Selasa, 03 Des 2019 10:53 WIB

Granat Asap Meledak di Monas, Begini Dampaknya hingga Bisa Merusak Tubuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ledakan granat asap menyebabkan korban luka. Foto: Rifkianto Nugroho Ledakan granat asap menyebabkan korban luka. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Ledakan terjadi di kawasan Monas dan menyebabkan korban terluka berjatuhan. Sumber ledakan disebut berasal dari granat asap yang meledak sekitar pukul 07.15 WIB.

Saat ini polisi masih mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Namun, untuk identitas dari korban yang terluka masih belum bisa diketahui.

Dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), suatu ledakan dapat membuat kerusakan melalui beberapa cara, bisa dari gelombang kejut, gelombang angin, serpihan benda, dan panas api.

Dari semua cara itu, gelombang kejutlah yang dapat membuat kerusakan paling dahsyat di sekitar lokasi ledakan. Gelombang ini membawa energi yang bisa menembus tubuh, menyebabkan kerusakan struktural pada organ dan juga jaringan dalam.

"Prinsip mekanisme utama penentu keparahan cedera adalah jumlah energi kinetik yang dilepaskan saat bom itu meledak," kata dokter ahli emergensi dari Crouse Hospital, Michael Jorolemon.

Selain itu, kematian yang instan karena ledakan juga bisa terjadi karena adanya cedera pada paru hingga menyebabkan pendarahan yang parah.

"Kematian instan dapat terjadi karena adanya cedera paru hingga pendarahan dan sulit bernapas. Kematian seperti ini juga bisa terjadi karena emboli udara paru, cedera kepala yang parah, cedera parah pada organ dalam, amputasi, hingga tertusuk benda atau objek," jelasnya.



Simak Video "Dampak Granat Meledak, Pendarahan Parah hingga Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)