Selasa, 03 Des 2019 11:31 WIB

Ledakan di Monas Picu Korban, Seberapa Mematikan Daya Ledak Granat Asap?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Olah TKP ledakan granat di Monas. (Foto: Rifkianto Nugroho) Olah TKP ledakan granat di Monas. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Ledakan yang terjadi di Monas memakan 2 korban. Keduanya adalah prajurit TNI yang tengah berada di sekitar lokasi dan saat ini tengah mendapat perawatan.

Serka Fajar, ini yang kemudian dia tangan kirinya yang agak parah. Kedua sebetulnya lukanya lebih ringan dia hanya luka pada pahanya saja, dia yang minta tolong bantuan, yaitu Gunawan," kata Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Dari video viral yang beredar, salah satu korban yang terkena ledakan memang langsung bisa bangun lagi namun kondisi tangan kirinya hancur karena ledakan.

Granat asap seringkali digunakan oleh militer untuk keperluan tertentu. Granat asap berwarna juga kerap dijumpai pada acara-acara tertentu namun kapasitasnya tidak sebesar jenis granat yang digunakan untuk kebutuhan militer.


Granat asap yang beredar saat ini memang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar aman bagi tentara dan lingkungan. Meski demikian, kandungan dalam granat asap sewaktu-waktu juga bisa menimbulkan percikan api dan ledakan.

Mengutip NCBI, salah satu kandungan dari granat asap adalah nitrogliserin, bahan cair yang mudah terbakar. Ledakan bisa terjadi apabila terlalu banyak cairan yang masuk ke dalam tabung sehingga menyumbat jalan keluarnya asap.

Meski tidak menimbulkan kematian secara langsung, penggunaan granat asap yang tidak tepat dapat menimbulkan bahaya. Asap yang terlalu pekat dan ledakan dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit, mata, bahkan sistem pernapasan.

Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan inhalasi asap yang cukup besar untuk memicu iritasi pada saluran pernapasan bahkan, kerusakan paru-paru.



Simak Video "Dampak Granat Meledak, Pendarahan Parah hingga Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)