Selasa, 03 Des 2019 13:25 WIB

Kata Psikolog Soal Orang yang Suka Sebar Rekaman Musibah di Medsos

Nurul Khotimah - detikHealth
Saat granat meledak banyak yang merekam. (Foto: Lokasi ledakan granat di Monas/detikcom) Saat granat meledak banyak yang merekam. (Foto: Lokasi ledakan granat di Monas/detikcom)
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum dalam banyak momen musibah ada saja yang mendokumentasikan dan disebarkan di media sosial (medsos). Situasi ini juga terjadi pada kejadian ledakan di Monas, Selasa (3/12/2019). Beberapa orang fokus mengabadikan momen untuk medsosnya.

Ahli psikologi terapan di Personal Growth, Ghianina Yasira Armand, BSc Psychology, MSc Child Development, berpendapat pada zaman sekarang orang lebih mementingkan mengambil dokumentasi dan dishare di medsos. Hal ini mungkin disebabkan panik dan adanya keinginan untuk dilihat oleh orang lain sebagai sumber utama atas berita tersebut, yang dapat meningkatkan tingkat popularitas.


"Untuk di zaman teknologi ini, panik dapat menjadi juga salah satu penyebab yang membuat orang menjadi reflek untuk mengambil foto/video," tambahnya, saat dihubungi detikcom pada Selasa (3/12/2019).

Akibat adanya kemungkinan panik dan terpacu akan popularitas sering kali sebagian orang melupakan hal-hal penting yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu. Seperti menolong korban terlebih dahulu dibanding mendokumentasikan momen.

Ghia juga menjelaskan, karena orang-orang sangat terpicu dengan teknologi dan internet, mengakibatkan terjadinya reflek berbeda pada otak. Reflek pertama yang muncul adalah untuk mengambil foto dan share di medsos.

Pada umumnya ketika seseorang benar-benar hanya panik maka ia akan menjauhi musibah bukan mendokumentasikan.

"Jika memang benar-benar panik adalah menjauhi musibah tersebut, atau lebih baik lagi membantu situasi yang telah terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Dampak Granat Meledak, Pendarahan Parah hingga Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)