Kamis, 05 Des 2019 05:50 WIB

Viral Pengakuan Ganjar Pranowo Soal Nonton Porno, Ini Komentar Psikolog

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Grandyos Zafna) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Dalam sebuah perbincangan dengan Deddy Corbuzier di channel Youtube, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat pengakuan tentang film porno. Ia mengaku pernah menonton film porno dan baginya tidak ada masalah selama tidak menyebarkannya.

"Kalau saya menonton film porno salahnya di mana? Saya dewasa, punya istri. Yang gak boleh itu saya kirim-kirim itu karena yang mengirim itu kena UU ITE dengan tuduhan menyebarkan," ujarnya.

"Kadang-kadang sebagai orang dewasa kan perlu, saya sehat kok, kecuali tiap hari saya bicara hal tentang pornografi, saya sebarin, sorrylah," tegasnya.

Terkait kontroversi yang muncul, Ganjar telah menyampaikan klarifikasi dan meminta agar menonton wawancaranya secara utuh.



Tentang perilaku menonton porno itu sendiri, psikolog Ayu Mandari menyebut video porno memang menyebabkan efek yang tidak baik untuk tubuh, terutama otak. Namun, ini akan terjadi jika orang itu melakukannya secara berulang dan dengan frekuensi yang cukup intens.

"Memang menonton video atau konten porno bisa merusak otak, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing. Kalau terus dilakukan secara berulang dan frekuensinya intens, bisa menimbulkan adiksi atau kecanduan yang akhirnya bisa merusak otak," jelas Ayu pada detikcom, Rabu (4/12/2019).

Apakah itu akan berpengaruh pada perilaku, ia tidak bisa memastikannya. Ayu mengatakan, jika dilihat dari efek video porno itu sendiri yang bisa memicu hasrat seksual, pemikiran, serta meningkatkan fantasi seksual, orang itu semakin terdorong untuk mempraktikkan apa yang dia lihat.

"Untuk mencegah itu terjadi, mungkin dia harus mendapatkan pelampiasan yang tepat jika hasratnya tidak bisa tertahan lagi. Balik lagi ke pribadi orang itu sendiri," ujarnya.

Dampak film porno pada perilaku menurutnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepribadian, intelegensi, atau lingkungan yang memang sangat mempengaruhi. Namun, orang masih dikatakan normal, jika menonton video seperti itu 1-2 kali atau setelah menonton tidak muncul keinginan untuk melihatnya lagi.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)