Jumat, 06 Des 2019 16:07 WIB

Studi Sebut Tinggal di Daerah Berpolusi Setara dengan Merokok 150 Batang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tinggal di daerah berpolusi udara tinggi bisa disebut setara dengan merokok 150 batang. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Tinggal di daerah yang paling berpolusi meningkatkan risiko kematian dini, setara dengan merokok 150 batang selama setahun. Hal ini menjadi peringatan yang dilayangkan oleh British Heart Foundation, usai menyebut polusi udara untuk dianggap 'kegawatdaruratan kesehatan publik'.

Dikutip dari The Sun, studi analisis yang dilakukan yayasan ini mengambil contoh dari beberapa daerah di Inggris yang sangat berpolusi, yakni Newham, Westminster, Kensington dan Chelsea, serta area Islington di London.

Keenam kota itu terkena polusi udara yang paling buruk dan juga sebaran partikel halus (PM 2,5). Sementara area di luar ibukota London, Slough, Dartford, Portsmouth, Medway, Luton, Gravesham dan Thurrock juga menjadi beberapa di antaranya.


Sekitar 11 ribu kasus penyakit kematian yang disebabkan jantung koroner dan stroke terjadi tiap tahunnya, dan dipicu oleh sebaran partikel halus dari polusi udara.

Pihak British Heart Foundation berharap pemerintahan selanjutnya dapat mengganti batasan polusi udara di Eropa dengan milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang lebih ketat. Salah satunya adalah 25 mg dari PM2,5, diganti dengan batasan WHO sebesar 10 mg.

"Polusi udara belum pernah dianggap serius sebagaimana mestinya. Undang-undang disahkan untuk melindungi perokok pasif, dan tindakan tegas serupa harus diambil terhadap polusi udara. Pemerintah sebelumnya menerima bahwa adalah mungkin untuk menerapkan batasan polusi udara WHO yang lebih keras, dan pemerintah selanjutnya sekarang harus melakukannya untuk melindungi kesehatan bangsa," tandas Jacob Wes, juru bicara dari BHF.



Simak Video "Bahayanya Polutan PM2,5 Bagi Kesehatan Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)