Jumat, 06 Des 2019 19:09 WIB

Ouch! Main Lempar-lemparan Pensil, Gadis Ini Nyaris Buta Usai Tercolok

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Mata seorang remaja perempuan nyaris buta karena lempar-lemparan pensil. Foto: Thinkstock
Jakarta - Seorang remaja perempuan di Inggris nyaris buta di salah satu matanya setelah seorang teman sekelasnya melempar pensil ke arahnya. Ujung pensil tersebut mencolok matanya, hanya beberapa milimeter dari retina mata, menurut laporan pada jurnal medis BMJ Case Reports.

Dikutip dari Daily Mail, remaja berusia 13 tahun yang tak disebut namanya ini awalnya bahkan tak merasa ujung pensil tersebut tertinggal di dalam mata. Hingga akhirnya seorang teman memberitahunya dengan ngeri ada benda asing di bagian putih matanya.

"Sebatang pensil dilemparkan dari depan ruang kelas hingga ke tempat aku berdiri dan ngobrol dengan teman-temanku. Sebagian pensilnya masuk ke dalam mataku, pasti begitu cepat hingga aku tak merasakan apapun. Awalnya aku tak menyangka apa yang terjadi hingga temanku berkata 'Sepertinya ada sesuatu di matamu'" kata sang gadis.

Setelah memberitahu para guru, sang ibu datang untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Dokter menemukan dua ujung pensil di matanya, salah satunya telah menembus lapisan pelindung sklera (area putih mata) dan kornea, sementara satunya berada hanya beberapa milimeter dari retina matanya.


Retina mata merupakan lapisan jaringan tipis di bagian belakang dalam mata yang berfungsi untuk menerima cahaya yang difokuskan lensa mata, mengubah cahaya menjadi sinyal saraf, dan mengirimkan sinyal ini pada mata sebagai pengenalan visual, demikian menurut Healthline.

Remaja ini langsung menjalani operasi untuk menyingkirkan kedua ujung pensil secara hati-hati. Bagian yang paling dekat dengan retina mata cukup sulit hingga membutuhkan para dokter untuk menyingkirkan jaringan yang mengitarinya.

Beruntung, operasi ini berjalan dengan sukses. Pasien disarankan untuk terus menggunakan tetes air mata dan penutup mata selama dua minggu. Pada dua bulan berikutnya, ia harus menjalani check-up rutin untuk memastikan ia pulih dengan benar.

"Setelah operasi, aku tak bisa melihat cukup banyak dari mata kiriku namun perlahan penglihatanku semakin membaik. Saat aku pertama kali pulang usai operasi, aku tak menyukai adanya cahaya di mataku karena terasa terlalu terang," ujarnya.

Ia juga mengaku merasa tak nyaman untuk memandang ke mesin dengan cahaya yang sangat terang agar dokter bisa melihat langsung ke bagian belakang mataku saat pengecekan rutin. Ia masih memiliki beberapa bekas jahitan di belakang dan depan matanya, namun disebutnya hal ini tak begitu mempengaruhinya.



Simak Video "Ternyata Inilah Etnis yang Paling Berisiko Masalah Kesehatan Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/wdw)