Sabtu, 07 Des 2019 14:42 WIB

Terpopuler Sepekan: Komentar Psikolog Soal Ganjar Pranowo Nonton Porno

Widiya Wiyanti - detikHealth
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat pengakuan dalam sebuah perbincangan dengan Deddy Corbuzier di channel Youtube, bahwa dirinya pernah menonton film porno dan tak ada masalah baginya.

"Kalau saya menonton film porno salahnya di mana? Saya dewasa, punya istri. Yang nggak boleh itu saya kirim-kirim itu karena yang mengirim itu kena UU ITE dengan tuduhan menyebarkan," ujarnya.

"Kadang-kadang sebagai orang dewasa kan perlu, saya sehat kok, kecuali tiap hari saya bicara hal tentang pornografi, saya sebarin, sorry lah," tegasnya.

Tentang perilaku menonton film porno itu sendiri, psikolog Ayu Mandari menyebut dapat menyebabkan efek yang tidak baik untuk tubuh, terutama otak. Namun, ini akan terjadi jika orang itu melakukannya secara berulang dan dengan frekuensi yang cukup intens.

"Memang menonton video atau konten porno bisa merusak otak, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing. Kalau terus dilakukan secara berulang dan frekuensinya intens, bisa menimbulkan adiksi atau kecanduan yang akhirnya bisa merusak otak," jelas Ayu pada detikcom, Rabu (4/12/2019).



Efeknya sama seperti alkohol dan narkotika, lanjutnya, konten porno bisa membuat adiktif atau kecanduan. Bukannya menjadi media yang positif, malah menjadi ajang untuk pemuas nafsu seksual yang terus-menerus dilakukan.

"Kalau sudah jadi salah satu kebutuhan diri hingga tidak bisa melepasnya, ya otomatis orang itu jadi kecanduan dan itu benar-benar tidak baik untuk tubuh manusia, terutama otak," ujarnya.

"Tapi ini kembali lagi ke pribadinya masing-masing, bagaimana menggunakan media ini agar tidak jadi salah alurnya, misal jadi pemerkosa atau terlalu berambisi terhadap seks," imbuh Ayu.

Apakah itu akan berpengaruh pada perilaku, ia tidak bisa memastikannya. Ayu mengatakan, jika dilihat dari efek video porno itu sendiri yang bisa memicu hasrat seksual, pemikiran, serta meningkatkan fantasi seksual, orang itu semakin terdorong untuk mempraktikkan apa yang dia lihat.

"Untuk mencegah itu terjadi, mungkin dia harus mendapatkan pelampiasan yang tepat jika hasratnya tidak bisa tertahan lagi. Balik lagi ke pribadi orang itu sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Lihat Kunci Sukses Swiss Jadi Negara Teraman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)