Senin, 09 Des 2019 19:10 WIB

46 Ribu Kasus Baru Pertahun, HIV di RI Terbanyak Ke-3 di Asia Pasifik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sosialisasi dan tes HIV-AIDS di Terminal Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah)
Jakarta - Laporan dari UNAIDS atau program PBB untuk HIV-AIDS menyebut situasi penanganan HIV di Indonesia masih jauh dari kata mumpuni, bahkan menjadi salah satu yang terburuk di Asia-Pasifik. Meski pemerintah sudah memiliki program khusus penanggulangan HIV, tapi angka penularan tiap tahun masih cukup besar.

"Penanganan HIV di Indonesia masih termasuk yang paling buruk. Meski tidak bisa dibandingkan dengan negara G20, tapi negara tetangga seperti Vietnam sudah banyak yang terdiagnosa dan paham sementara di Indonesia baru sekitar 17 persen," jelas Krittayawan Boonto yang lebih akrab disapa Tina, perwakilan UNAIDS di Indonesia saat dijumpai di Gedung Theater Salihara, Senin (9/12/2019).

Menurut data dari UNAIDS, jumlah infeksi HIV baru menempati peringkat ketiga. Setiap tahun, ada 46 ribu kasus infeksi baru terbanyak setelah India dan China di Asia Pasifik. Sangat banyak jika dibandingkan dengan Thailand yang hanya 6 ribu per tahun.


"Indonesia 1 dari 20 negara yang kontribusi jumlah HIV terbanyak di dunia. Saat ini kita masih punya tantangan soal stigma. ODHA (orang dengan HIV-AIDS) juga kirang di support di Indonesia," sebutnya.

Tak mudah bicara soal HIV di Indonesia. Stigma yang selalu melekat baik pada penyakitnya dan pengidapnya masih sangat sulit terlewati. Harus diakui bahwa penanganan HIV-AIDS di Indonesia masih belum sebaik negara lainnya.

"Tantangan di Indonesia sangat besar. Bukan cuman kasi informasi terus masalahnya selesai. Kita harus paham juga kenapa masyarakat masih punya pikiran-pikiran yang salah soal HIV," pungkas Tina.



Simak Video "Pelayanan ODHA di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)