Selasa, 10 Des 2019 11:52 WIB

Fenomena Live Streaming Bunuh Diri, Kenapa Makin Populer?

Firdaus Anwar - detikHealth
Depresi yang tak tertangani bisa memunculkan keinginan bunuh diri (Foto: thinkstock)
Jakarta - Salah satu artis Indonesia baru-baru ini membuat heboh karena disebut berusaha melakukan percobaan bunuh diri. Perilaku ini ia siarkan secara langsung di Instagram sehingga membuat kepanikan di antara para pengikutnya.

Terkait fenomena bunuh diri live streaming, beberapa pakar sepakat kasusnya makin banyak seiring popularitas media sosial. Pencarian singkat di mesin pencari Google menunjukkan kasus bunuh diri live streaming ini terjadi di banyak negara.

Ahli kejiwaan dr Sandeep Vohra dari India punya pendapat kemungkinan orang-orang menjadikan media sosial 'tempat' bunuh diri untuk mencari bantuan. Biasanya sebelum melakukan aksi bunuh diri seorang akan mulai dengan menceritakan pengalaman atau pengakuannya.



"Dalam bunuh diri live streaming, seseorang cenderung berusaha merasionalisasi dan membenarkan tindakannya kepada para netizen tentang mengapa ia bunuh diri," kata dr Sandeep seperti dikutip dari The Indian Express, Selasa (10/12/2019).

"Dengan cara ini, ia berusaha untuk menempatkan tanggung jawab sacara tidak sadar para para penonton bahwa orang atau hal yang membuatnya bunuh diri harus dihukum atau setidaknya mengerti kenapa ia mengambil tindakan tersebut," lanjutnya.

Apa yang bisa dilakukan bila menemukan live streaming bunuh diri? dr Sandeep menyarankan agar orang-orang berusaha mengajak bicara pelaku tentang orang-orang yang dicintainya. Bisa juga dengan membanjiri pelaku dengan pesan positif dan kasih sayang.

Ahli kejiwaan dr Andri, SpKJ, FAPM dari RS Omni Alam Sutra pernah menjelaskan agar orang-orang jangan ikut menyebarkan siaran bunuh diri di media sosial. Hal ini dapat berpengaruh terhadap psikis orang yang menyaksikan tayangan ini, apalagi jika yang bersangkutan tidak sedang sehat jiwa.

"Tolong untuk tidak menonton dan disebarkan secara luas," kata dr Andri beberapa waktu lalu.

Jika menemukan atau bahkan mengalami gejala yang menunjukkan keinginan bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Komunitas Yayasan Pulih bisa menjadi pilihan yang bisa kamu hubungi lewat instagram di @yayasanpulih dan email di pulihcounseling@gmail.com atau melalui Hotline Kementerian Kesehatan di 1500-567.



Simak Video "Kasus Bunuh Diri Anak Muda di Korsel Meningkat 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)