Selasa, 10 Des 2019 16:42 WIB

Prank Live Bunuh Diri Seperti Aida Saskia, Psikolog Ingatkan Hal Ini

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aida Saskia melakukan percobaan bunuh diri hanya untuk prank. Foto: Instagram
Jakarta - Prank belakangan ini sedang menjamur di kalangan aktivis media sosial, baik youtuber, selebgram, maupun publik figur. Salah satunya diketahui dilakukan oleh Aida Saskia, yang terlihat 'menenggak' botol cairan pembersih dan lemas di mobilnya saat live Instagram.

Menurut Linda Setiawati, MPsi, psikolog klinis dari Personal Growth, ada banyak alasan yang bisa melatarbelakangi seseorang melakukan hal tersebut. Namun menurutnya hal tersebut tetap tak sepatutnya dilakukan.

Hal ini disebabkan perilaku tersebut dapat memberikan dampak negatif kepada banyak orang, mulai dari orang-orang terdekatnya hingga masyarakat umum yang melihatnya. Contohnya, memberikan trauma kepada orang yang melihatnya, memicu orang lain ikut-ikutan karena menganggap perilaku tersebut wajar dilakukan.

"Orang yang melakukan hal tersebut, bisa saja karena mencari popularitas, meninggalkan perasaan bersalah kepada orang lain sebagai bentuk balas dendam, atau alasan lain. Bisa juga karena individu tidak memiliki cara penyelesaian lainnya, sehingga menjadi satu-satunya cara yang terpikir oleh mereka untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Namun, dengan alasan apapun, cara tersebut bukanlah keputusan penyelesaian masalah yang tepat," tuturnya kepada detikcom, Selasa (10/12/2019).



Karena kita tidak mengetahui apa faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut, maka akan lebih bijak jika sebagai penonton atau pendengar, kita tidak memberikan penilaian yang judgmental dan bisa berempati atas peristiwa tersebut.

Sebaliknya, yang bisa dilakukan adalah memberikan dukungan atau support jika mengetahui orang tersebut sedang mengalami masalah atau berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan, terutama jika ada indikasi terjadi di lingkungan dekat kita. Bila diperlukan, minta pertolongan dari tenaga profesional agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Agar tak ikut-ikutan, Benny Prawira dari komunitas Into The Light Indonesia menyarankan untuk menghentikan prank semacam ini. Karena hal ini tidaklah lucu, ketika menyangkut kemungkinan ada orang lain yang nyawanya jadi dipertaruhkan karena masyarakat terbentuk opininya seperti itu.

"Jadi kita pikirin deh, nanti kalau jadinya terbiasa dengan prank-prank bunuh diri dan orang-orang makin tidak acuh dengan bunuh diri atau permintaan tolong, bantuan, dalam konteks online, nanti makin tinggi nih kejadian-kejadian yang seharusnya bisa ditolong tapi akhirnya malah dianggap cuma prank atau bercanda."

"Jangan sampai nanti hal-hal ini ketika sudah kita anggap prank kemudian terjadi pada orang-orang yang kita sayang, malah kita anggap cuma prank. Lebih penting untuk bisa punya empati bukan hanya sekedar mencari perhatian publik yang dianggap lucu tapi sebenarnya tidak lucu," pungkas Benny.



Simak Video "Kata Psikolog soal Prank yang Dibuat Ferdian Paleka"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/wdw)