Rabu, 11 Des 2019 08:45 WIB

Dulu Diteliti Anak SMA untuk Kanker, Akar Bajakah Bakal Jadi Fitofarmaka?

Firdaus Anwar - detikHealth
Aysa Aurealya Maharani, Anggina Rafitri, dan Yazid, para siswa SMA yang viral karena meneliti akar bajakah (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth) Aysa Aurealya Maharani, Anggina Rafitri, dan Yazid, para siswa SMA yang viral karena meneliti akar bajakah (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Jakarta - Harapan setinggi langit disematkan pada tiga siswa SMAN2 Palangka Raya saat penelitian mereka tentang akar bajakah sebagai obat kanker mendapat penghargaan di Korea Selatan. Bagaiman kelanjutan riset tersebut?

Rupanya pengembangan obat alami dari rimba Kalimantan ini masih berlanjut. Tidak lagi oleh siswa SMA, riset lanjutan tentang akar bajakah kini dilanjutkan oleh tim peneliti Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dengan didampingi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi kita akan dampingi karena bajakah sendiri ada 200 jenis, beberapa masuk kategori dilarang karena toksik," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini, ditemui di Jakarta baru-baru ini.



Tentu butuh proses yang panjang untuk benar-benar bisa menjadi obat dengan izin resmi seperti yang diharapkan. Saat ini, proses identifikasi tengah dilakukan dan akan disusul dengan uji toksisitas.

Dengan proses yang begitu panjang, belum bisa dipastikan kapan akar bajakah akan dipasarkan sebagai fitofarmaka. Maya menjelaskan, fitofarmaka menrupakan pengembangan obat tradisional yang telah menjalani uji klinis pada manusia.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)