Kamis, 12 Des 2019 14:14 WIB

Tragedi Ledakan Gunung Api, Selandia Baru Impor Kulit Manusia

Firdaus Anwar - detikHealth
Momen saat gunung api di White Island, Selandia Baru mengalami erupsi. (Foto: Michael Schade via AP)
Jakarta - Gunung api di White Island, Selandia Baru, erupsi pada Senin (9/12/2019) lalu saat sedang dikunjungi puluhan turis. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sembilan hilang, dan sisanya menderita luka bakar parah.

Otoritas medis setempat melaporkan saat ini sedang merawat intensif 29 pasien di empat rumah sakit dan 21 di antaranya dalam kondisi kritis. Para pasien disebut membutuhkan operasi transplantasi kulit segera sehingga otoritas terpaksa harus mengimpor kulit manusia karena stok yang tipis.


Para dokter di Selandia Baru meminta sekitar 120 meter persegi kulit dari Amerika Serikat. Diprediksi jumlahnya akan terus bertambah karena prosedur transplantasi kulit untuk korban luka bakar perlu dilakukan beberapa kali.

"Kami memprediksi masih akan perlu sekitar 1,2 juta sentimeter persegi kulit untuk pasien yang ada," kata Kepala Medis Unit Luka Bakar Selandia Baru dr Pete Watson seperti dikutip dari BBC, Kamis (12/11/2019).

Menurut dr Pete penanganan pasien korban gunung api di White Island bersifat lebih kompleks karena ada faktor gas dan zat kimia.

"Ini baru permulaan dari proses panjang yang bagi beberapa pasien mungkin akan berlangsung sampai beberapa bulan," pungkas dr Pete.



Simak Video "Dampak Abu Vulkanik Lebih Berbahaya Daripada Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)