Kamis, 12 Des 2019 18:00 WIB

IDI Soal Defisit BPJS: Dana Terbatas, Jangan Cover Layanan Tak Terbatas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Komentar IDI soal defisit BPJS Kesehatan. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih menanggapi soal pernyataan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengenai 'modus' dokter yang bikin BPJS Kesehatan tekor. Menurutnya, pernyataan tersebut lebih ditujukan kepada banyaknya kasus yang ditangani namun tidak sesuai dengan pendanaan yang dimiliki.

"Kan sudah diklarifikasi. Jadi klarifikasi Menkes saya sudah sampaikan ke dokter-dokter bahwa yang dimaksud itu memang kasusnya lebih dan dananya terbatas. Itu yang beliau maksudkan. Bukan menyalahkan dokter sebenarnya. Sudah menyampaikan itu ke saya," sebut dr Daeng saat dijumpai di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).


Kala itu, Menkes sempat menyinggung mengenai pelayanan kesehatan dasar yang harusnya diberikan kepada pasien. Untuk itu, dr Daeng mendorong Kementerian Kesehatan mengubah regulasi yang terkait dengan sistem pelayanan dan pembayaran ke Fasilitas Kesehatan sehingga mencapai pelayanan kesehatan yang optimal.

"Memang Kemenkes akan mendorong kebijakan penyesuaian dan pengaturan manfaat atau benefit pelayanan. Dananya terbatas, jangan sampai meng-cover pelayanan yang tidak terbatas.

"Kebutuhan dasar kesehatan memang perlu didefinisikan dan disusun. Dalam waktu dekat, kita akan melakukan kajian itu berbasis riset," pungkasnya.



Simak Video "Sebut WNI ABK World Dream 'Duta Imunitas Corona', Menkes Dicibir"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)