Jumat, 13 Des 2019 13:29 WIB

Pernah Jadi Korban Bercanda Tarik Kursi? Waspadai Gejala Cedera Tulang Ekor

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi bercanda tarik kursi. Foto: iStock
Topik Hangat Candaan Berbuah Petaka
Jakarta - Bercanda tarik kursi itu bukan hal yang lucu, dampaknya justru membahayakan. Seperti yang dialami Sinta Auliya (19), lumpuh sementara setelah jadi korban karena mengalami retak tulang ekor dan patah tulang belakang.

Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur, pernah menjelaskan bahwa cedera tulang ekor bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sakit. Dampaknya mulai dari nyeri akut hingga risiko kelumpuhan karena patah tulang.

Cedera tulang ekor seringkali jadi ancaman ketika seseorang terjatuh dalam kondisi duduk. Tulang ekor adalah tulang yang berperan dalam membantu seseorang mengatur posisi duduk tetap dalam keadaan nyaman.



"Kalau tulang ekor patah kita sering ketemu. Kan tulang ekor ujungnya pendek, jadi kalau jatuhnya pas 'tek'.... Ada sarafnya lokal situ, jadi nyerinya di situ dan bisa lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Biasanya kita suntik di situ, atau koreksi," jelas dr Wawan beberapa waktu lalu.

Gejala yang tampak ketika mengalami cedera tulang ekor antara lain bisa mengalami memar atau bengkak pada area tulang ekor atau punggung bagian bawah, nyeri pada bokong yang menyebar hingga ke paha dan kaki, terasa sakit pada saat BAB, mengangkat barang, membungkuk, atau saat berhubungan seks.

Ketika tulang ekor mengalami patah, dokter akan melakukan tindakan untuk mengoreksi tulang ekor tersebut guna mengembalikan fungsinya dengan maksimal. Tulang ekor berguna seseorang untuk menjaga posisi duduk, karena itu pasti akan terasa nyeri ketika seseorang mengalami tulang ekor retak atau bahkan patah.



Simak Video "Lumpuh Tak Jadi Alasan Nurjannah Berhenti Beraktivitas"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)
Topik Hangat Candaan Berbuah Petaka