Jumat, 13 Des 2019 20:10 WIB

Viral Hoax Kentut Pembunuh Nyamuk, Ini Gas yang Menyusun Kentut

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi buang gas, ini gas yang menyusun kentut. Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Beredar luas cerita tentang pria Uganda yang kentutnya dapat membunuh nyamuk. Joe Rwamirama dilaporkan oleh Mirror pada 11 Desember 2019 menarik perhatian peneliti karena bau kentutnya punya kemampuan spesial.

Faktanya penelusuran detikcom menemukan bahwa foto Joe pernah muncul juga di laporan lain namun dengan keterangan berbeda. Artikel Sky News pada 15 Juli 2019 berjudul "Ebola warning after 'gamechanging' case recorded in Congolese city of Goma" menunjukkan foto serupa berketerangan seorang pria di Kongo sedang menjalani pemeriksaan Ebola.


Berkaitan dengan hal tersebut, memang sebenarnya apa sih kandungan gas dalam kentut yang normal? Ahli pencernaan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Rumah Sakit Cipto Mangunsukumo (RSCM) pernah menjelaskan bahwa kentut paling banyak terdiri atas nitrogen.

Lebih rincinya kentut bisa tersusun dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbon dioksida, 7 persen metana, dan 4 persen oksigen seharusnya tidak berbau. Aroma khas pada kentut berasal dari bakteri yang menghasilkan metana atau hidrogen sulfida, dan makanan yang tinggi serat atau mengandung sulfur.

Mengapa ada kentut yang bau kemungkinan bisa dipengaruhi dari faktor konsumsi makanan tertentu. Beberapa makanan seperti brokoli dan kembang kol diketahui bisa berujung pada peningkatan produksi hidrogen sulfida saat dicerna di perut.

"Idealnya, kentut terjadi sebanyak 14 kali dalam sehari pada orang sehat. Tiap orang sebetulnya bisa mewaspadai kondisi kesehatannya dari kentut, bisa dari durasi atau aromanya," kata dr Ari beberapa waktu lalu.



Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)