Jumat, 13 Des 2019 22:10 WIB

Resolusi BPOM 2020: Percepat Izin Edar Obat, Kosmetik, dan Pangan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
BPOM berniat percepat proses izin edar obat, kosmetik, dan pangan. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth) BPOM berniat percepat proses izin edar obat, kosmetik, dan pangan. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Di penghujung 2019, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) mulai bebenah diri. Proses pemberian izin edar obat yang disembut lambat sempat menjadi pusat perhatian.

Terkait hal tersebut Kepala BPOM Dr Ir Penny K Lukito, MCP, mengatakan melakukan evaluasi tindakan. BPOM punya target pada tahun 2020 izin edar bagi industri obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan bisa jadi lebih cepat.


"Kita akan meningkatkan berbagai percepatan perizinan, untuk industri obat, obat tradisional, kosmetik dan pangan. Terus kita akan melakukan inovasi-inovasi regulasi, penyederhanaan izin, pendampingan hilirisasi juga akan menjadi target kita, artinya kita tidak akan menunggu sampai riset itu siap untuk dihilirisasi, yang artinya dikomersilkan," kata Penny saat ditemui pada Jumat (13/12/2019).

Penny menjelaskan akan membuat suatu forum agar para periset dapat termotivasi untuk segera menyelesaikan risetnya. Sehingga akhirnya riset bisa diterapkan, diproduksi secara komersil, dan bermanfaat.

"Jadi, hilirisasi itu tidak tergantung pada badan pom saja sebagai yang mendampingi, tapi juga tergantung pada risetnya siap atau tidak didampingi untuk segera berproses melalui berbagai pengujian tes hingga siap si hasil riset tersebut untuk diproduksi secara komersil dan bermanfaat untuk lebih banyak masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)