Sabtu, 14 Des 2019 10:19 WIB

Alami Batuk Berdarah? Kenali Penyebab dan Pengobatannya

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Alami Batuk Berdarah? Kenali Penyebab dan Pengobatannya Foto: Shutterstock
Jakarta - Pernah tiba-tiba batuk dan mengeluarkan darah? Walau darah yang dikeluarkan terbilang sedikit atau banyak, kondisi seperti ini pasti akan mengejutkan.

Batuk berdarah atau hemoptisis biasanya merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. Serius atau tidaknya batuk berdarah yang dialami bergantung pada jumlah darah yang dikeluarkan dan periode batuk, tapi gejala ini jangan sampai dihiraukan.



Berikut adalah serba-serbi batuk berdarah mulai dari penyebab hingga pengobatannya yang dirangkum detikHealth:

1. Definisi Batuk Berdarah

Batuk berdarah merupakan tanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berada di sekitar saluran pernapasan. Darah yang keluar bisa berasal dari hidung, tenggorokan, saluran pernapasan atas atau paru-paru.

Darah yang keluar saat batuk bisa berwarna merah cerah atau kadang berbuih. Buih ini muncul karena darah bercampur dengan udara dan dahak di paru-paru. Darah bisa keluar bersama dahak dalam jumlah besar atau hanya berupa bercak-bercak.

2. Penyebab Batuk Berdarah

Batuk berdarah bisa menjadi tanda adanya penyakit serius. Infeksi, kanker dan masalah di pembuluh darah di paru-paru bisa menyebabkan batuk berdarah. Penyebab terjadi batuk berdarah sangat beragam, beberapa di antaranya adalah:

- Tuberculosis (TBC)

- Pneumonia

- Kanker paru-paru

- Benda asing yang masuk ke saluran pernapasan

- Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain

- Cedera pada area dada

- Bronkitis

- Edema paru

- Infeksi parasit

Batuk berdarah juga bisa disebabkan oleh pendarahan di luar saluran pernapasan dan paru-paru. Mimisan yang parah atau muntah darah dari perut bisa membuat darah masuk ke trakea (batang tenggorok). Darah ini bisa keluar lewat batuk dan terlihat seperti batuk berdarah.



3. Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami batuk berdarah sebisa mungkin segera hubungi dokter karena bisa saja menjadi tanda masalah saluran pernapasan yang lebih parah. Segera cari pertolongan jika kalian mengalami:

- Batuk berdarah setelah jatuh atau cedera di dada

- Mengeluarkan lebih dari beberapa sendok darah

- Muncul darah di feses dan urin

- Mengalami sakit dada, sakit kepala, kesulitan bernapas, demam atau batuk berdarah telah berlangsung selama lebih dari seminggu.

4. Pengobatan

Untuk mengobati batuk berdarah, dokter akan fokus pada menghentikan pendarahan. Jika batuk berdarah disebabkan oleh infeksi biasanya dokter akan memberikan resep obat.

Beberapa metode pengobatan untuk menghentikan pendarahan antara lain embolisasi arteri bronkial, bronkoskopi dan operasi. Setelah itu dokter akan fokus pada perawatan terhadap penyebab batuk berdarah.

Jika batuk berdarah disebabkan oleh pneumonia atau TBC, dokter akan memberikan resep obat antibiotik. Jika disebabkan oleh kanker paru-paru, dokter akan melakukan radiasi atau kemoterapi.

5. Pencegahan

Batuk berdarah biasanya merupakan gejala dari penyakit atau kondisi medis tertentu. Cara pencegahannya adalah dengan mencegah penyakit penyebabnya.

Beberapa perilaku yang bisa menjaga kesehatan saluran pernapasan agar terhindar dari penyakit antara lain tidak merokok, hindari keluar ruangan saat kondisi berasap, menerapkan pola hidup sehat dan rajin mencuci tangan.

Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/erd)