Sabtu, 14 Des 2019 16:00 WIB

Terpopuler: Heboh Balita Tanpa Kepala Bikin Galau Titip Anak di Day care

Firdaus Anwar - detikHealth
Heboh mayat balita tanpa kepala yang bikin galau titipkan anak di daycare. Foto: Yovanda-detikcom Heboh mayat balita tanpa kepala yang bikin galau titipkan anak di daycare. Foto: Yovanda-detikcom
Jakarta - Sepanjang minggu ini sempat heboh soal penemuan mayat balita tanpa kepala di parit Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Hasil penyelidikan polisi menyebut balita ini dilaporkan hilang setelah dititipkan orang tuanya di salah satu daycare.

Penyelidikan polisi menyebut kemungkinan ada kelalaian dari pengasuh sehingga sang balita tercebur ke parit yang berada sekitar 20 meter dari day care.

Kasus ini pun memancing berbagai komentar dari para netizen. Ada yang menyalahkan pihak daycare yang lalai menjaga anak, namun tidak sedikit juga yang malah menyalahkan orang tua karena memilih menitipkan anak di daycare.

"Begitulah kalo ibu sibuk bekerja di luar rumah, anak sampai harus dititip di day care," ujar salah satu netizen.

Menurut psikolog Ayu Mandari komentar netizen terkait orang tua, terutama ibu pekerja, memang cenderung lebih negatif. Ada anggapan bahwa ibu yang bekerja seringnya lebih mementingkan karier dibandingkan anak.

"Seharusnya tidak boleh seperti itu. Kita harus lihat lagi alasan kenapa ibu itu memilih bekerja dan menitipkan anaknya di day care. Apakah karena tuntutan kebutuhan (ekonomi), kita kan tidak tahu," jelasnya pada detikcom.


Ayu juga membagikan tips untuk para orangtua, agar tetap aman dalam menitipkan anak di daycare:

1. Orang tua harus mengenal lingkungan tempat day care berada

Sebagai orang tua, Ayu mengatakan mereka harus mengenal lebih dulu tempat day care tersebut. Dari segi lingkungan sekitar, kegiatan atau program apa saja yang dilakukan dalam sehari, bahkan orang yang berkomunikasi dengan anak.

"Untuk menjamin keamanan anak, kita mungkin harus mengenal siapa pemilik day care itu. Selain itu, program yang akan dijalani anak kita itu seperti apa, terpenting siapa yang akan berkomunikasi dengan anak. Misal orang tua anak lain yang ada di situ, kita mesti tahu sedikit ataupun banyak," jelasnya.

2. Mengenal pengasuh anak

"Kita juga sangat harus tahu latar belakang dari pengasuh anak kita. Kenapa? Ya karena mereka lah yang akan merawat anak kita sehari penuh sampai kembali dari bekerja," kata Ayu.

Menurut Ayu, dengan cara seperti itu kita bisa mempertimbangkan apakah anak akan aman dititipkan di tempat itu atau malah sebaliknya.

"Kalau mengenal baik kan jadi lebih percaya dan tidak terlalu khawatir," imbuhnya.

3. Membangun komunikasi yang baik dengan orang di sekitar

Dalam membangun komunikasi dengan orang di sekitar day care, tidak perlu juga terlalu rutin. Komunikasi antara orangtua dengan orang yang ada di sekitar day care harus terbangun positif dan baik.

"Tidak perlu terlalu rutin seperti per satu jam sekali. Cukup saat kita mengantarkan anak atau saat menjemputnya. Kita juga bisa menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan seharian ini," tukas Ayu.


Simak Video "Tips Atasi Mata Minus dan Silinder pada Anak Balita"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)