Sabtu, 14 Des 2019 18:00 WIB

Terpopuler: Viral Orang Tua Paksa Bangunkan Anak Demi Tiup Lilin

Firdaus Anwar - detikHealth
Video viral orang tua bangunkan anak untuk tiup lilin. Foto: Viral Twitter Video viral orang tua bangunkan anak untuk tiup lilin. Foto: Viral Twitter
Jakarta - Menutup pekan sempat ramai diperbincangkan soal video orang tua paksa bangunkan anak demi tiup lilin. Dalam video yang beredar di media sosial Twitter tampak orang tua membangunkan anak dengan cara menggoyangkan tubuhnya berkali-kali untuk memberinya kue perayaan ulang tahun.

Meski sang anak menolak dan menangis, orang tuanya tetap membujuk anak untuk bangun dan meniup lilin ulang tahun. Video berdurasi sekitar satu menit tersebut sudah ditonton lebih dari satu juta kali dan mengundang berbagai macam reaksi netizen.

Beberapa netizen menyuarakan kekhawatirannya soal kondisi sang anak.


"Demi konten anaknya yang masih tidur diginiin. Inget dia masih kecil, saraf otaknya bakalan keganggu kalo dibangunin paksa kayak gitu, anak kecil masih dalam masa pertumbuhan digituin," tulis akun @coff**marksm*n.

"Ini ngga lucu sih, kasian anaknya. Lagi deep sleep terus dibangunin kek gitu. Orang dewasa aja kalo tiba-tiba dibangunin pusing, apalagi balita. Alula juga belum paham selebrasi ulang tahun," demikian ditanggapi oleh akun @s**tln.

Mengutip New York Times, waktu tidur anak lebih rumit daripada yang terlihat. Waktu tidur anak sebenarnya adalah perilaku yang kompleks, campuran dari biologi individu, termasuk perkembangan neurologis dan hormonal.

Tidak cukup tidur di malam hari memiliki konsekuensi negatif bagi anak. Seiring waktu, tidak mendapatkan kualitas tidur yang cukup dapat mempengaruhi perilaku dan emosional anak.

Canadian Pediatric Society menuliskan panduan umum tentang jumlah tidur yang dibutuhkan anak-anak selama 24 jam, termasuk tidur siang yakni untuk balita sebanyak 10-13 jam sehari.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)