Senin, 16 Des 2019 07:34 WIB

Mengatasi Nyeri Lutut, Haruskah dengan Operasi?

Meytha Cahyasari - detikHealth
Nyeri lutut bisa terjadi karena pengapuran. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Banyak kasus nyeri lutut yang menetap dan jika tidak diobati dengan segara dapat menghambat aktivitas pengidapnya. Nyeri lutut terjadi karena adanya pengapuran (osteoartritis). Kondisi ini jika sudah semakin parah dianjurkan untuk melakukan operasi lutut.

"Tetapi pasien yang mengalami kondisi ini mayoritas tidak mau melakukan penindakan operasi dan juga terkegantungan obat-obatan, jadi kami para dokter spesialis di sini mencari solusi selain melakukan tindakan operasi," dr Ibrahim Agung, SpKFR saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2019).

Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah konsentrasi dari faktor pertumbuhan darah ortologus yang bisa menyembuhkan gejala osteoartritis. Teknologi PRP atau teknologi regeneratif merupakan metode terbaru sebagai solusi penuaan sendi dan kerusakan sendi.

Metode ini dilakukan dengan mengambil darah pasien sebanyak kira-kira 8-10 cc, lalu diproses dengan sentrifugasi hingga menjadi dua lapisan yaitu, lapisan bawah (berisi darah merah) dan lapisan atas (berisi plasma). Lapisan inilah yang mengandung platelet yang kemudian disuntikkan ke dalam lutut pasien sebanyak tiga kali (satu kali per bulan) dan dilakukan evaluasi dalam waktu 6 bulan dan 12 bulan.


"PRP mengandung faktor pertumbuhan (growth factor) dan protein lain yang dapat merangsang terjadinya proses perbaikan (regenerasi jaringan, sehingga dapat membantu penyembuhan/perbaikan jaringan yang rusak secara alamiah," jelas dr Ibrahim.

Manfaat PRP cukup beragam, antara lain membantu memperlambat/memperbaiki proses kerusakan jaringan tulang rawan (kartilago), membantu memperlambat perburukan osteoartritis, meningkatkan produksi cairan lubrikasi alami sendi dan menstimulasi pembentukan jaringan tulang rawan yang baru.

Menurut National Institute for Clinical Excellence (NICE), injeksi PRP untuk membantu mengatasi nyeri lutut akibat osteoartritis dapat dikatakan minim risiko, namun masih memerlukan riset lebih lanjut.

Selain metode PRP juga ada beberapa metode penanganan nyeri lutut yang perlu Anda ketahui, seperti Radiofrekuensi Ablasi, Viscosuplementasi, Injeksi Steroid, Fisioterapi dan Artroskopi.



Simak Video "Lihat Kunci Sukses Swiss Jadi Negara Teraman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)