Kamis, 19 Des 2019 16:07 WIB

Jual Amoksisilin di Lapak Online, Siap-siap Diciduk Polisi Internasional

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Hati-hati beli obat online sembarangan. (Foto: iStock)
Jakarta - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito, mengatakan tren pelanggaran terbanyak di tahun 2019 terkait dengan pelanggaran online. Dalam kurun beberapa bulan terakhir, banyak makanan, kosmetik, obat tradisional bahkan obat keras yang dijual di lapak online.

"Ingat, obat tidak bisa diedarkan secara online tanpa adanya registrasi BPOM dan pendampingan resep dokter. Obat keras bukan untuk dijual online. Hati-hati," kata Penny saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Menurut Penny, ada beberapa pertimbangan pelarangan penjualan obat dan makanan di situs belanja online. Pembelian obat secara online rentan dipalsukan atau adanya penambahan bahan-bahan berbahaya.


"Bisa jadi efek tidak dirasakan langsung tapi ke badan dalam jangka panjang dapat masalah kesehatan lebih besar lagi," sebutnya.

Untuk itu, BPOM terus meningkatkan kualitas pengawasan dan penindakan peredaran produk ilegal online. Melakukan kerjasama dengan kepolisian untuk mengawasi dan menindaklanjuti pelaku secara hukum.

"Dengan polisi internasional juga akan kita lakukan khusus untuk peredaran online. Karena kalau online kan tidak ada bordernya jadi itu menjadi kepentingan internasional," pungkasnya.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)