Minggu, 22 Des 2019 17:16 WIB

Ramai Soal Pipis di Tol Layang Japek, Kalau Ditahan Begini Risikonya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Macet di tol layang Japek. Foto: Gusti Ramadhan Alhaki
Jakarta - Banyak hal menarik dari Tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang sempat dipadati kendaraan roda empat ini. Salah satunya fakta tidak adanya tempat peristirahatan, toilet atau SPBU di tol sepanjang 36,4 km ini.

Dampaknya, ada saja yang tidak bisa menahan buang air kecil atau pipis. Hal itu terekam dalam video yang diunggah channel YouTube Bang Koboi.

Menahan pipis memang sangat tidak nyaman. Dengan berbagai alasan, menahan pipis seharusnya memang tidak dilakukan karena berisiko bagi kesehatan. Gangguan ini mungkin tidak terjadi pada waktu dekat, namun dalam jangka waktu tertentu.



1. Batu kandung kemih

Gangguan yang sering disebut bladder calculi terjadi akibat endapan mineral dalam kandung kemih. Mineral ini berasal dari air pipis yang tidak segera dibuang saat tubuh telah mengirim sinyal kebelet.

"Batu kandung kemih bisa dianalogikan saluran wastafel yang macet. Awalnya kerak namun lama-lama jadi batu hingga air tak bisa dibuang dengan lancar. Untuk mencegahnya tentu saja dengan tidak menahan pipis," kata dokter ahli urologi dr Ponco Birowo SpU(K), PhD beberapa waktu lalu.

2. Kandung kemih melar

Dokter ahli urologi Prof dr Djoko Rahardjo SpB, SpU(K) pernah mengatakan bahwa risiko menahan pipis adalah kandung kemih yang melar. Kondisi ini merupakan kejadian awal hingga terjadi gangguan lebih lanjut, misal infeksi saluran kemih atau kerja pompa kandung kemih yang tidak lancar.

"Kandung kemih yang melar atau overstretch terjadi akibat sering nahan pipis. Jika sudah melar maka risiko terjadi gangguan lain makin besar hingga perlu tindak pengobatan bergantung kondisi pasien," kata dr Djoko.



3. Infeksi saluran kemih

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan dampak lain akibat terlalu sering menahan pipis. Gangguan ditandai nyeri di perut bagian bawah, perih saat buang air kecil, dan sering pipis namun dengan volume sedikit. ISK terjadi akibat bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui air pipis.

"Air pipis seharusnya steril namun bila tidak segera dibuang menjadi media masuknya bakteri ke dalam tubuh. Infeksi kemudian menyebar hingga akhirnya perlu penanganan lebih lanjut bergantung kondisi pasien," kata dr Ponco.

4. Merusak pompa di kandung kemih

Pompa di kandung kemih berfungsi membantu air pipis keluar lancar tanpa gangguan. Sering nahan pipis mengganggu kerja pompa pada kandung kemih yang hanya berkapasitas 250-300 cc.

"Bila terus ditahan hingga kapasitasnya mencapai 500 cc maka kerja pompa menjadi tidak maksimal. Risiko ini makin meningkat dengan semakin seringnya nahan pipis, yang mengakibatkan air seni tidak bisa keluar dengan lancar," kata dr Ponco



Simak Video "Angka Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tinggi, WHO Beri Arahan"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)