Senin, 23 Des 2019 17:21 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

April: Ramai Petugas KPPS Meninggal dan Tren Minyak Kutus-kutus

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Petugas KPPS dirawat di Puskesmas (Bakrie-detikcom)
Jakarta - April 2019 jadi bulan yang ramai dengan agenda politik karena pelaksanaan pemilu serentak. Media sosial ramai jadi tempat debat online hingga akhirnya para ahli menyebut sudah tidak sehat untuk kesehatan jiwa.

Selain itu ramai juga fenomena ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal di berbagai daerah.

Berikut rangkuman detikcom topik kesehatan populer di April 2019:


1. Petugas KPPS meninggal

Sejumlah daerah melaporkan banyaknya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam berkomentar kemungkinan ini karena faktor kelelahan memicu penyakit jantung.

"Beban petugas KPPS luar biasa dengan masa kerja lebih dari 8 jam sehari. Supaya bisa bekerja optimal, petugas KPPS akhirnya pakai doping misal minuman berenergi yang biasanya mengandung kafein. Kandungan inilah yang akhirnya mempengaruhi kerja jantung," kata Prof Ari.

Menurut Prof Ari, kafein menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini berisiko buruk bagi petugas KPPS yang sebelumnya sudah punya penyakit gangguan jantung dan pembuluh darah atau hipertensi. Penyakit tersebut bisa sewaktu-waktu mengancam nyawa petugas KPPS yang sedang bekerja.


2. Gangguan jiwa usai pemilu

Pada bulan April 2019 dilaksanakan pemilu serentak. Media sosial ramai jadi tempat debat online hingga akhirnya para ahli menyebut sudah tidak sehat untuk kesehatan jiwa.

"Setelah pemilu serentak tahun ini ada 5 kasus yang konsultasi ke klinik mengalami gangguan cemas depresi atau psikosomatis dipicu oleh pasca pemilu ada yang tak berkenan di hati. Mereka umumnya mengalami gangguan tidur, mudah emosi disertai keluhan-keluhan fisik seperti pusing dan maag. Konsumsi rokok dan kopi juga meningkat dari biasanya," kata dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ, dari RSUD Wangaya Kota Denpasar.



3. Cegukan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno yang kala itu menjadi calon wakil presiden nomor urut 02 dikabarkan sempat sakit cegukan tidak berhenti. Sandiaga tidak terlihat saat pasangannya, Prabowo Subianto, berpidato soal keunggulan berdasarkan real count internal.

Dikutip dari MedicineNet, cegukan adalah kontraksi otot diafragma yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa dikehendaki. Saat kontraksi atau kejang terjadi, pita suara menghasilkan suara khas: 'hiks'!

Beberapa hal bisa menjadi penyebab cegukan:

- Makan atau minum terlalu cepat
- Penyakit yang mengiritasi saraf pengatur diafragma
- Bedah lambung
- Efek samping obat
- Dan berbagai masalah kesehatan lainnya.


4. Tren minyak kutus-kutus

Minyak oles sebagai pengobatan tradisional sudah digandrungi oleh masyarakat sejak dahulu. Jenis minyak oles di Indonesia pun sangat beragam.

Salah satunya minyak asal Bali yang tengah ngehits yaitu minyak kutus-kutus. Produk ini cukup fenomenal, banyak klaim yang menyertainya termasuk soal khasiatnya yang disebut mampu menyembuhkan segala penyakit.


5. Siswi SMP Dikeroyok

Kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak oleh 12 siswi SMA viral di media sosial. Tagar #JusticeForAudrey menjadi trending topik dunia.

Menurut psikolog klinis Christina Tedja, MPsi, dari Ciputra Medical Center mengapa remaja tega melakukan bullying kemungkinan karena kemampuan mengendalikan emosi yang belum matang.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)