Rabu, 25 Des 2019 09:26 WIB

Minum Arak Kelapa Saat Rayakan Natal, 300 Orang di Filipina Dirawat

Firdaus Anwar - detikHealth
Lembanog ilegal dilarang karena rentan dicampur bahan tambahan berbahaya. (Foto: CNN)
Jakarta - Otoritas kesehatan Filipina melaporkan setidaknya ada sekitar 300 orang dirawat di rumah sakit dan 11 orang meninggal dunia karena keracunan usai mengonsumsi minuman arak kelapa bernama lambanog. Beberapa di antaranya diketahui sedang merayakan natal.

Kasus keracunan terjadi di dua kota yaitu Laguna dan Quezon. Minuman lambanog ini sering dibuat secara bebas di rumah-rumah dan sebenarnya sudah dilarang karena rentan dicampur oleh zat tambahan berbahaya.


Dinas Kesehatan (Dinkes) Filipina sedang melakukan pemeriksaan darah dan sampel lambanog untuk memastikan apa yang menjadi penyebab keracunan massal ini.

"Semua yang dirawat punya sejarah mengonsumsi lambanog," kata Dinkes Filipina seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/12/2019).

"Beberapa orang membeli minuman ini untuk sekedar minum-minum, merayakan hari ulang tahun, dan ada juga yang diberi saat merayakan natal," lanjut Dinkes.



Simak Video "Kasus COVID-19 Indonesia Tak Lagi Tertinggi di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)