Kamis, 26 Des 2019 15:48 WIB

'Tertipu' Susu Kental Manis, Studi Temukan 12 Persen Anak Idap Gizi Buruk

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Susu kental manis bukan susu untuk dikonsumsi anak. (Foto: iStock)
Jakarta - Diketahui saat ini susu kental manis (SKM) tidak lagi dikategorikan sebagai produk susu, sesuai dengan surat edaran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018. Namun tampaknya masih ada orang tua percaya SKM merupakan produk susu yang cocok diberikan untuk anak-anak.

Dampak dari hal tersebut menurut studi terbaru yang dilakukan oleh PP (Pimpinan Pusat) Aisyiyah dan Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) mengakibatkan gizi buruk pada anak di beberapa daerah seperti Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara. Peneliti melihat sekitar 12 persen dari 1.835 anak berusia 0-5 tahun mengalami gizi buruk.


"Didapatkan 12 persen dari 1.835 mengalami gizi buruk, kemudian 23,7 persen itu yang gizi kurang. Mereka yang gizi buruk itu konsumsi susu SKM-nya itu rata-rata di atas satu kali per hari. Jadi bisa saja dua kali, tiga kali begitu dalam satu hari. Dan yang gizi kurang itu di bawah satu kali dalam sehari," kata Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Dra Chairunnisa, MKes, saat ditemui pada Kamis (26/12/2019).

Chairunnisa menjelaskan konsumsi SKM yang berlebihan dapat menimbulkan berkurangnya nafsu makan karena kadar gula yang tinggi. Akhirnya anak lebih senang mengonsumsi SKM dibandingkan pangan lain yang lebih bernutrisi.

"Kalau kita lihat komposisi dari SKM itu adalah persentase terbesarnya adalah gula. Ketika orang selalu mengonsumsi gula, pertama barangkali efek negatifnya si anak tadi nafsu makannya jadi berkurang, karena sudah adiktif (kecanduan) dia untuk mengonsumsi SKM. Kalau dia sudah terpapar dengan SKM konsumsi yang lainnya berkurang (untuk memenuhi) gizi yang seimbang," tuturnya.



Simak Video "Video Kuburan Massal Jenazah Terinfeksi Virus Corona di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)