Kamis, 26 Des 2019 17:38 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

Juli: Jakarta Dikepung Polusi dan Tren Tidur dengan Plester Mulut

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemandangan kota Jakarta yang dikepung polusi udara. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Menginjak pertengahan tahun, berita kesehatan di Bulan Juli diisi oleh kabar polusi udara Jakarta, rumah sakit turun kelas, obat palsu, hingga tren tidur dengan plester.

Berikut rangkuman detikcom:

1. Polusi Jakarta

Jakarta sempat menduduki peringkat pertama kota dengan polusi udara terburuk sedunia oleh Air Quality Index (AQI). Hal ini dinilai dari jumlah partikel dan gas di udara yang terdeteksi oleh sensor di beberapa titik.

Beberapa ahli menyebut kondisi udara yang buruk ini dapat memberikan dampak jangka pendek dan panjang bagi warganya. Dampak pendeknya bisa membuat mereka yang sudah memiliki masalah pernapasan semakin parah dan dampak panjangnya ada risiko kemunculan penyakit kronis hingga berefek ke DNA.


2. Tidur dengan plester mulut

Sempat ramai juga soal tidur menggunakan plester mulut ketika penyanyi Andien mengunggah foto sedang melakukannya. Hal ini disebut dapat membantu mengatasi masalah tidur mulai dari ngorok, sleep apnea, hingga gejala asma.

Meski teknik tersebut diklaim mampu menyembuhkan penyakit tidur, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, menuturkan bahwa sleep apnea atau gangguan tidur tidak bisa diobati hanya dengan memplester mulut saja.

"Sleep apnea ya kalau sudah ada gangguan napasnya tidak mungkin teratasi hanya dengan merapatkan mulut. Jadi harus dibedakan mengatasi dengkuran dengan mengatasi sleep apnea," katanya.


3. Agung Hercules meninggal

Artis sekaligus pegiat kebugaran Agung Santoso alias Agung Hercules dilaporkan meninggal dunia. Sebelumnya ia diketahui berjuang melawan penyakit kanker otak ganas glioblastoma.

Agung Hercules pertama kali dikabarkan sakit pada bulan Juni 2019 lalu. Saat itu ia didiagnosis mengidap kanker otak ganas glioblastoma stadium empat.

Sebelum dikabarkan meninggal Agung Hercules sempat mengunggah video tentang bagaimana ia ingin kembali kekar seperti dulu. Sakit telah membuat tubuhnya tampak lebih kurus.


4. Obat palsu di apotek

Sejumlah apotek di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) jadi korban penyaluran obat palsu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan klarifikasi soal itu.

BPOM dalam keterangan resminya menyebut obat palsu tersebut berasal dari sarana ilegal yang mengemas ulang obat generik menjadi obat bermerek (repacking) lalu dijual dengan harga lebih tinggi. Bahan-bahan didapat dengan membeli obat generik dan mengumpulkan obat kedaluwarsa di apotek-apotek di Jakarta dan Semarang.

"Hasil investigasi Badan POM bersama Bareskrim POLRI mengungkapkan bahwa obat yang telah dikemas ulang tersebut, didistribusikan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT. Jaya Karunia Investindo (JKI) yang dimiliki oleh pelaku ke apotek-apotek yang berada di wilayah Jabodetabek," tulis BPOM.

Pemeriksaan telah dilakukan ke sejumlah apotek yang melakukan pengadaan dari PBF PT JKI dan obat-obat tersebut diamankan agar tidak diperjual-belikan. Sebagai sanksi, PT JKI juga telah mendapat rekomendasi pencabutan izin.


5. 615 rumah sakit turun kelas

Dari 2170 rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, terdapat 615 rumah sakit yang turun kelas atau mendapat tinjauan dari Kementerian Kesehatan. Salah satu tujuan dilakukannya tinjauan kepada sejumlah rumah sakit adalah untuk menata pembinaan dan pengawasan.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Bambang Wibowo, memastikan penurunan tingkat rumah sakit ini tidak berdampak pada pelayanan pasien.

"Layanan tetap berjalan. Jadi nggak ada dampak ke pasien, nggak ada pengaruh di sini," ungkap Bambang.



Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Gunakan Masker atau Respirator?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/frp)