Senin, 30 Des 2019 17:07 WIB

Risiko Bila Pengidap Bipolar Seperti Medina Zein Konsumsi Amfetamin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Foto: Medina Zein berjalan di belakang Ibra Azhari sambil menutupi wajah (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Pengakuan Medina Zein yang mengumumkan dirinya mengidap gangguan mood bipolar tipe 2 sempat dikaitkan dengan kasus yang menyeretnya saat ini. Ia terseret ke dalam kasus sang kakak ipar yang mengkonsumsi narkoba dan urinenya positif mengandung amfetamin.

Hal ini mendorong munculnya spekulasi bahwa amfetamin itu digunakan sebagai obat dari bipolarnya. Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menegaskan amfetamin bukanlah obat. Justru jika pengidap bipolar mengkonsumsi ini bisa berbahaya bagi dirinya sendiri.

"Amfetamin memiliki sifat psikostimulan. Ini membuat orang jadi bersemangat, berenergi yang tidak wajar, sehingga akan menyebabkan munculnya episode pada gangguan bipolar," kata dr Lahargo pada detikcom, Senin (30/12/19).

"Penderita bipolar itu akan mengalami perubahan mood (mood swing), mulai dari senang berlebihan (episode manik) hingga sedih berlebihan (episode depresi). Titik beratnya sampai muncul halusinasi dan delusi," imbuhnya.


dr Lahargo lebih jauh menjelaskan risiko efek lain saat pengidap gangguan bipolar nekat mengkonsumsi amfetamin dan mengalami episode manik:

1. Merasa dirinya hebat atau besar yang berlebihan.

2. Energi berlebihan, banyak hal yang ingin dikerjakan.

3. Kebutuhan tidur berkurang (sulit atau tidak bisa tidur).

4. Berbicara banyak, ide-ide berloncatan atau muncul (flight of idea).

5. Muncul perilaku yang berisiko, seperti tidak mau disalahkan, menyetir mobil ugal-ugalan, belanja berlebihan, membagikan barang berlebihan, hingga dorongan seksual meningkat.

6. Pada keadaan yang berat, muncul halusinasi dan delusi atau waham.



Simak Video "Kenali Serangan Jantung yang Dialami Ashraf Sinclair"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)