Selasa, 31 Des 2019 10:00 WIB

Kepala BNPB Sebut 98 Persen Sungai di Indonesia Airnya Tak Layak Konsumsi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
BNPB sebut 98 persen air sungai di Indonesia sudah tak layak konsumsi. Foto: Muhammad Aminudin
Jakarta - Menjadi Negara tropis, Indonesia tentu dikelilingi oleh hutan dan juga sungai-sungai. Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman, sungai-sungai di Indonesia tak sebersih dan sejernih dahulu.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, air sungai-sungai di Indonesia sudah tak layak lagi untuk dikonsumsi.

"Sungai-sungai kita telah mengalami pencemaran. 98 persen mengalami pencemaran mulai dari tercemar berat, sedang dan ringan. Hanya 2 persen saja di Indonesia yang airnya layak dikonsumsi, artinya setiap hari kita harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan air bersih," kata Doni di kantor BNPB, Jakarta Timur, pada Senin (30/12/2019).

Tercemarnya air sungai tentu akan menjadi sumber penyakit karena air bersih sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan.


"Contohnya buang air besar sembarangan di sungai juga itu pencemaran. Belum lagi industri yang membuang limbah-limbahnya yang belum dinormalisasi main mengalir saja ke sungai, itu dampak kesehatannya jelas," ucap Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Imran Agus Nurali.

Risiko terkena penyakit diare, cacingan, hingga mengalami kekurangan gizi bisa menjadi dampak dari tercemarnya air sungai ini.

"Kemudian belum hepatitis, hepatitis juga sudah ada kejadian karena faktor pencemaran sumber air dan yang jangka panjang tadi salah satunya karsinogenik (zat-zat penyebab kanker) kalau sungainya terkena limbah logam berat, itu dampaknya bisa karsinogenik," kata Imran.

"Karsinogenik bisa macam macam ada juga gangguan pendarahan, gangguan hormonal," pungkasnya.


Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)