Kamis, 09 Jan 2020 16:14 WIB

Bagaimana Cemburu Bisa Picu Pembunuhan Seperti Kasus Hakim Jamaluddin?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bagaimana rasa cemburu bisa picu pembunuhan? Foto: Hakim Jamaluddin (dok.pnmedan) Bagaimana rasa cemburu bisa picu pembunuhan? Foto: Hakim Jamaluddin (dok.pnmedan)
Jakarta - Adanya kecemburuan disebut oleh psikolog sekaligus Direktur Minauli Consulting Medan Dra Irna Minauli MSi dalam kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin. Saat menanggapi kasus ini, Minauli mengatakan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya biasanya disebabkan cemburu karena kehadiran perempuan lain.

"Akan tetapi umumnya perempuan tidak berani melakukan pembunuhan secara langsung, sehingga mereka sering menyuruh orang lain untuk membantunya," kata Minauli sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (9/1/2020).

Menurut psikolog klinis sekaligus penulis, Nuzulia Rahma Tristinarum bisa jadi rasa cemburu bukan jadi faktor utamanya. Proses perjalanannya akan kompleks.

"Prosesnya kompleks. Dalam rasa cemburu, bisa jadi bukan hanya satu emosi saja yang terdapat di dalamnya. Dalam (rasa) cemburu bisa jadi ada beberapa emosi lain yang bercampur," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (9/1/2020).

Rahma mengatakan, bisa jadi perasaan insecure yang rasa tidak aman, tidak yakin, bahkan tidak percaya pada pasangan turut andil di dalamnya. Selain itu, mungkin ada amarah hingga emosi yang lama dipendam yang akhirnya mendorong perilaku tertentu, yang bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

"Misalnya (ada) insecure, merasa tidak dicintai, emosi marah, benci, dendam. Sehingga dari emosi-emosi ini munculah perilaku tertentu, termasuk bisa berakhir pada pembunuhan atau bunuh diri," kata Rahma.

Psikolog klinis dari Kasandra & Associate, Kasandra Putranto juga menambahkan profil atau keadaan psikologis dari seseorang juga ikut serta dalam menumbuhkan berbagai motif tersebut.


Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)