Kamis, 09 Jan 2020 20:01 WIB

10 Aktivitas Biologis yang Masih 'Hidup' Setelah Kematian

Nurul Khotimah - detikHealth
Hingga beberapa waktu setelah kematian, sejumlah fungsi biologis pada tubuh masih berjalan (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika seseorang dinyatakan meninggal artinya semua organ tubuhnya tak lagi berfungsi atau mati. Namun dalam waktu beberapa jam, menit, hari, bahkan berminggu-minggu, beberapa fungsi tubuh masih ada yang bekerja.

Proses biologi dalam tubuh tetap ada yang berjalan meski tak sama seperti saat masih hidup.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut proses biologis yang masih berlangsung setelah meninggal.



1. Pertumbuhan kuku dan rambut
Setelah meninggal tubuh tidak lagi memproduksi rambut dan jaringan kuku, namun keduanya tampak nyata setelah beberapa hari meninggal. Hal yang sebenarnya terjadi adalah kulit kehilangan kelembaban dan menyusut, sehingga menyebabkan rambut dan kuku tampak lebih panjang.

2. Aktivitas otak
Salah satu efek samping teknologi adalah mengaburkan waktu antara hidup dan mati. Ketika meninggal otak dapat hampir sepenuhnya mati, namun jantung masih dapat terus memompa darah. Saat jantung berhenti, tidak ada napas, dan kondisi sekarat, kebanyakan dokter mengatakan dia sudah meninggal. Padahal otak secara teknis masih hidup dalam beberapa menit berikutnya.

Sel-sel otak menghabiskan menit-menit terakhirnya untuk berebut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan agar tetap hidup hingga pada akhirnya merusak diri sendiri sampai tidak dapat diperbaiki lagi bahkan ketika jantung dihidupkan lagi. Beberapa menit sebelum kerusakan luas terjadi, otak dapat diselamatkan dengan obat dan pada situasi yang tepat.

3. Pertumbuhan sel kulit
Hilangnya sirkulasi darah di otak dapat membunuh dalam hitungan menit, namun sel lainnya tidak sepenuhnya mati. Sel-sel kulit yang berada pada bagian terluar tubuh dapat mendapat semua yang diperlukan untuk bertahan hidup melalui osmosis dapat tetap hidup selama berhari-hari.

4. Kencing
Mekanisme kencing sama halnya dengan pengaturan pernapasan dan detak jantung. Salah satu alasan mengapa orang yang mabuk cenderung pipis tanpa disadari karena bagian otak yang mengatur otot katup kandung kemih terhambat. Setelah kematian otot-otot tersebut menjadi rileks dan menyebabkan orang buang air kecil.


Selanjutnya
Halaman
1 2 3