Senin, 13 Jan 2020 16:09 WIB

BPJS Kesehatan Habiskan Rp 4,8 Triliun Setahun untuk Cuci Darah

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Gagal ginjal merupakan salah satu beban tanggungan terbesar BPJS Kesehatan. Sebab penyakit tak menular ini menyerap biaya hingga lebih dari 20 persen total anggaran.

"Pasien cuci darah ini kan termasuk kategori pasien katastropik (penyakit tidak menular), pengeluaran kita untuk penyakit katastropik ini sebenernya cukup besar, dari pelayanan tingkat lanjut, ada juga kanker, kemudian ada talasemi, penyakit jantung yang kira-kira menyerap biayanya kalau presentasenya kurang lebih 20 sampai 25 persen dari total," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat ditemui di Cideng, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Fachmi menyebut, total anggaran yang diberikan BPJS Kesehatan untuk cuci darah saja mencapai Rp 4,8 triliun rupiah pada 2018.



"Di 2018, itu 4,8 triliun biaya untuk hemodialisa (cuci darah). Kalau lihat tren, biayanya naik (pada tahun 2019). Existing tetap mengakses, yang baru menjalani cuci darah juga bertambah," ucap Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Maruf.



Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)