Senin, 13 Jan 2020 18:42 WIB

Dikeluhkan Klinik Cuci Darah, Pembayaran oleh BPJS Kesehatan Sering Telat

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pasien cuci darah di klinik hemodialisis. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Tak hanya rumah sakit, klinik cuci darah juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran oleh BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran diharapkan bisa mengatasinya.

Direktur klinik Hemodialisis Tidore, Cideng, Jakarta Pusat, Andreas Japar, mengatakan telatnya pembayaran sampai 3 bulan untuk pasien cuci darah.

"Pembayarannya itu setiap tiga sampai empat bulan. Buat kami pemilik klinik, sebenarnya agak repot. Karena tadinya satu setengah bulan, dari semenjak pasien diperiksa, sampai dibayar sama BPJS, kamu harus menyediakan cash flow sampai 3 bulan," kata Andreas saat ditemui detikcom, Senin (13/1/2020).


Meski begitu, Andreas mengaku solusi yang diberikan BPJS Kesehatan seperti SFC (supply chain finace) atau kredit jangka pendek cukup membantu menutup anggaran selama keterlambatan.

Andreas pun berharap dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bisa mempercepat keterlambatan pembayaran.

"Kalau kenaikan tarif semacam ini, pasti harapannya pembayarannya menjadi lebih cepat. Yang tiga bulannya itu bisa dibayarin dulu," ucap Andreas.

Diketahui biaya cuci darah itu berbeda-beda, tergantung dari tingkat kapasitas rumah sakit. Kualitas rumah sakit tipe A Rp 1.000.000, tipe B Rp 935.000, tipe C Rp 825.000 dan tipe D Rp 737.700.



Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)