Selasa, 14 Jan 2020 13:00 WIB

Ini yang Terjadi Jika Pasien Gagal Ginjal Tidak Rutin Cuci Darah

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Cuci darah harus rutin dilakukan. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Pasien pengidap gagal ginjal wajib melakukan cuci darah. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan racun di dalam tubuh.

Lalu bagaimana jika pasien absen cuci darah walaupun hanya sekali?

Menurut kepala klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta Pusat, dr Risma Chrismawati pasien akan mengalami pusing serta mual layaknya gejala keracunan.

"(Misalnya) Ada pasien yang dia mau travelling gitu dan dia harusnya cuci darahnya hari ini, tapi karena dia masih di luar kota dia tunda tuh cuci darahnya," kata dr Risma saat ditemui detikcom, Senin (13/1/2020).

"Nah itu bisa kita edukasi, minumannya coba dijaga jangan kebanyakan minum," lanjutnya


Faktor ginjal yang sudah tak berfungsi dengan baik, membuat air yang seharusnya keluar melalui urin akan jadi menumpuk.

"Walaupun itu air putih kalau dia minum seliter aduh bisa sesek. Larinya kan kita kalau normal larinya ke ginjal, dibuang lewat urin. Tapi kalau dia bisa menumpuk di paru-paru, di tungkai, disemuanya, dimuka juga bisa," ucap dr Risma.

Lain halnya dengan ginjal yang normal, justru pengidap gagal ginjal harus memperhatikan jumlah air yang diminum.

dr Risma juga mengatakan bagi pengidap gagal ginjal yang rutin cuci darah juga perlu memperhatikan pola hidup sehat.

"Itu juga pasien yang jaga minuman juga walaupun dia tepat ya cuci darahnya dua kali seminggu, bisa juga sesek kalau nggak jaga minumnya dan makannya sembarangan," pungkasnya.

Wah repot juga ya, sayangi ginjal kalian ya guys!



Simak Video "Fakta-fakta Seputar Batu Ginjal yang Diidap Dorce Gamalama"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)