Selasa, 14 Jan 2020 14:03 WIB

Heboh Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Tanda-tanda Delusi?

Firdaus Anwar - detikHealth
Viral kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta - Di media sosial sedang ramai kabar berdirinya 'kerajaan' baru di Purworejo, Jawa Tengah, bernama Keraton Agung Sejagat. Kerajaan dipimpin oleh pasangan suami istri yakni Totok Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitarja.

Saat dimintai konfirmasinya, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong mengaku masih mengecek informasi tersebut. Pihaknya berencana memanggil petinggi Keraton Agung Sejagat dan perangkat desa yang nantinya akan dipertemukan dengan Pemda Purworejo.

"Kita nanti akan panggil Totok serta perangkat desa, kita temukan dengan Pemda bagian Penanganan Konflik Sosial (PKS). Nanti kita bahas bersama dengan ahli sejarah Keraton. Jangan sampai nanti terjadi konflik di masyarakat, masyarakat jangan berbuat macam-macam karena masalah yang belum jelas," kata Indra saat dihubungi detikcom.


Di media sosial sebagian besar netizen memberikan komentar menuduh para anggota dan pendiri Keraton Agung Sejagat mengalami semacam gangguan kejiwaan. Sebelumnya di Indonesia memang pernah ada kasus-kasus serupa seperti misalnya tahun 2018 lalu heboh Kerajaan Ubur-ubur.

Dalam kasus Kerajaan Ubur-ubur, pemimpinnya yang bernama Aisyah Tusalamah dinyatakan oleh polisi mengalami gangguan kejiwaan berat. Hal ini menyusul pemeriksaan yang dilakukan oleh tiga ahli kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol.

Sebagian ahli menyebut kasus orang-orang yang mengaku sebagai titisan tuhan, dewa, raja, dan lain sebagainya punya kemungkinan mengalami gangguan jiwa delusi. Psikiater dr Fransiska Kaligis, SpKJ, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan orang-orang yang berdelusi sebetulnya menyadari perbuatan mereka.

"Orang tersebut sadar, namun karena memiliki gangguan maka ia akan meyakini bahwa keyakinan tersebut betul. Yang terganggu pada orang tersebut adalah tilikan terhadap keyakinan. Jadi dia menganggap dirinya betul," kata dr Fransiska beberapa waktu lalu.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)