Rabu, 15 Jan 2020 17:16 WIB

Heboh Kerangka di Rumah Kosong, Kenapa Tulang Terurai Belakangan?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tulang belulang terurai lebih lama dibanding jaringan tubuh lainnya (Foto: iStock) Tulang belulang terurai lebih lama dibanding jaringan tubuh lainnya (Foto: iStock)
Jakarta - Warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia dalam keadaan duduk di sebuah rumah kosong. Mereka menemukannya saat akan mengontrol keadaan sekaligus membersihkan rumah tersebut.''

Terkait hal itu, Polresta Bandung sedang menyelidiki temuan warga dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Proses ini dilakukan oleh para petugas Inafis di rumah kosong tersebut.

Saat orang meninggal, terjadi penguraian mayat atau tubuh. Proses tersebut berlangsung hingga menyisakan kerangka atau tulang-belulang. Tapi, Kenapa tulang itu terurai belakangan?



Dikutip dari Science ABC, tulang membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan bagian tubuh lainnya. Dalam kondisi yang lembab, tulang mungkin akan hancur dalam hitungan satu dekade atau lebih. Itu waktu yang termasuk cepat.

Pada umumnya, tulang juga sama dengan organ tubuh lainnya. Tulang terdiri dari kolagen yang bisa menciptakan pori-pori. Jika pori-pori itu terus terpapar suhu yang lembab bahkan air, kolagen yang ada di dalamnya perlahan akan rusak.

Proses kimia, fisik, dan mikro-organik akan berperan kuat untuk memecah jaringan kolagen dan membuat tulang rusak, membusuk, dan akhirnya menjadi debu.

Tapi, jika tubuh terkubur dengan iklim yang panas dan gersang, bakteri dan jamur yang harusnya menghancurkan kolagen tulang akan susah untuk hidup. Akibatnya, dekomposisi atau penguraian akan semakin sulit dan lambat untuk menjadikan tulang terurai, bahkan bisa sampai ribuan tahun.



Simak Video "Catet! Hotline Kemenkes Soal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)