Kamis, 16 Jan 2020 05:30 WIB

Terbangun Pagi Ini dan Merasa Lemas? Mungkin 5 Hal Ini Penyebabnya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Terasa letih saat bangun pagi bisa disebabkan oleh banyak faktor (Foto: iStock)
Jakarta - Bukan hal yang tak biasa terbangun dengan perasaan lemas, umumnya bisa diatasi dengan segelas kopi atau mandi. Namun jika kamu sering atau rutin terbangun dengan rasa lemas dan bahkan tak hilang sampai seharian, bisa jadi ada sesuatu.

Dirangkum dari Healthline, berikut adalah beberapa penyebab kamu terbangun dengan lemas pagi ini, dan bagaimana cara mengatasinya:



1. Sleep inertia

Kemungkinan besar rasa lemas yang kamu alami pagi ini adalah akibat dari sleep inertia, merupakan bagian yang normal dari proses bangun tidur. Otak secara umum tidak segera bangun setelah tidur, namun bertransisi secara bertahap menuju tahap bangun tidur.

Dalam periode transisi ini kamu mungkin merasa lemas dan tidak fokus, jika kamu tak berhati-hati kamu bisa saja kembali tertidur. Sleep inertia melambatkan kemampuan motorik dan kognitif, sehingga wajar kita kerap merasa tak mampu melakukan sesuatu usai bangun tidur.

Bagaimana cara mengatasinya? Sleep nertia bisa dibatasi dengan cara rutin tidur yang cukup, membatasi tidur siang tak lebih dari 30 menit, meminum kopi atau minuman berkafein saat bangun tidur. Jika gejalanya tetap ada, segera periksakan ke dokter untuk kemungkinan adanya gangguan tidur.

2. Paparan cahaya biru

Cahaya biru merupakan cahaya buatan yang memancarkan gelombang biru yang sebenarnya bukan suatu hal yang buruk. Namun saat jam-jam siang, mereka bisa meningkatkan kewaspadaan dan mood, bahkan sebelum kamu tidur.

Cahaya biru umumnya ditemukan pada pencahayaan energi-efisien dan layar gadget, dan pencahayaannya meningkat di malam hari. Cahaya ini khususnya menekan melatonin, hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yakni siklus bangun-tidur kita. Sehingga membuat kita sulit tertidur nyenyak dan menyebabkan lemas di keesokan harinya.

Untuk mengatasinya, hindari menggunakan gadget dua hingga tiga jam sebelum tidur, gunakan lampu remang berwarna oranye atau kuning yang tak memiliki efek penekan melatonin, paparkan tubuh pada cahaya terang di siang hari, gunakan kacamata penghambat cahaya biru atau aplikasi yang memfilter cahaya biru.

3. Suasana tidur yang buruk

Suasana dan lingkungan tidur yang buruk bisa memiliki dampak besar pada kualitas tidurmu. Yang pertama biasanya disebabkan oleh kualitas kasur, jika kamu terbangun dengan rasa lemas dan lesu bisa jadi saatnya kamu mengganti kasurmu, atau kasur terlalu lunak.

Ruangan yang terlalu panas atau dingin juga bisa jadi penyebabnya, karena membuatmu sulit tidur. Tempat tidur yang dingin lebih disarankan untuk tidur yang lebih nyenyak. Disarankan juga tidur menggunakan kaos kaki untuk membantu melebarkan pembuluh darah dan mengatur temperatur internal.

Jika kamu terbiasa tertidur dengan suara televisi dan merasa tidak ada masalah, kamu salah besar. Suara dari televisi bisa berdampak besar pada kualitas tidurmu. Kurangi suara latar untuk meningkatkan tidur yang tenang tiap malam dan mencegah kamu terbangun mendadak di tengah malam.



4. Kebiasaan makan dan minum

Apa yang kamu konsumsi sebelum tidur bisa membuatmu terjaga di malam hari dan membuatmu merasa lemas di pagi hari. Misalnya konsumsi kafein dalam kopi, karena kafein membuat kita terjaga, sulit tertidur, dan membuat mudah kencing di malam hari. Batasi atau hindari konsumsinya sebelum tidur.

Kemudian konsumsi alkohol yang mempunyai efek sedatif, walau bisa membuatmu tertidur, namun akan membuatmu tidak tertidur dengan nyenyak. Hindari konsumsi alkohol sebelum tidur, dan batasi konsumsinya.

Sering terbangun tengah malam untuk kencing atau bahasa medisnya disebut nocturia bisa terjadi apabila kamu meminum terlalu banyak air sebelum tidur. Setidaknya batasi dengan meminum dua jam sebelum waktu tidur.

5. Gangguan tidur

Rasa lemas di pagi hari bisa disebabkan oleh gangguan tidur, seperti gangguan gerakan tidur yang membuatmu sering bergerak tanpa sadar saat tidur. Kemudian sleep apnea, yang ditandai dengan mendengkur, terbangun dengan mulut kering, dan sakit kepala di pagi hari.

Insomnia juga bisa menyebabkan rasa lemas di pagi hari. Insomnisa merupakan kondisi di mana seseorang kesulitan tidur atau terbangun lebih awal dan sulit untuk kembali tidur. Biasanya disebabkan oleh stres, kejadian traumatis, atau tidur di lingkungan yang tidak familiar.



Simak Video "Wali Kota Surabaya Ungkap Penyebab Siswa Stres Belajar dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)