Jumat, 17 Jan 2020 17:30 WIB

Kemenkes Sebut Antraks di Gunungkidul Sempat Masuk KLB

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Gunungkidul - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut penemuan antraks di Gunungkidul termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, saat ini Kemenkes menyebut Gunungkidul sudah dalam kondisi aman, khususnya untuk manusia.

Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan, bahwa pihaknya memiliki gradasi di dalam menangani sebuah kejadian penyakit. Seperti halnya jika menemukan 1 jenis penyakit yang jumlahnya meningkat 2 kali lipat dari periode sebelumnya. Maka, dalam tatanan kesehatan menyebutnya sebagai KLB.

"Jadi kalau kemarin tidak ada dan hari ini ada 1 saja, saya menyebutnya kejadian luar biasa. Tapi kalau 1 yang ada saat ini kemudian menyebar ke mana-mana dalam artian wilayah, pindah ke orang sana sini itu kita menyebutnya out break, tapi semuanya ini masih dalam kendali," katanya saat ditemui di Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (17/1/2020).

"Nah, kalau semua daerah sudah kena namanya wabah, mudah-mudahan tidak akan terjadi yang kaya gini," imbuh Anung.



Sedangkan untuk antraks di Gunungkidul, Anung menyebut terjadi dalam periode yang cukup singkat. Karena banyaknya kasus dalam satu periode, maka ia sempat melabelinya dengan KLB.

"Untuk Gunungkidul, karena kasusnya ini cukup banyak pada 1 periode waktu, kami masih menyebutnya ini sebagai kejadian luar biasa," ucapnya.

"Karena periodenya singkat kemarin itu, mulai tanggal 28 (Desember) laporan kasusnya dan tidak kami temukan kasus baru sejak tanggal 6 Januari yang lalu. Jadi short term (jangka pendek) ini yang kami menyebutnya sebagai KLB," imbuh Anung.



Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Blak-blakan Kemenkes: Corona Lebih Jinak dari SARS & MERS"
[Gambas:Video 20detik]