Sabtu, 18 Jan 2020 10:15 WIB

Psikolog: Laki-laki Duduk Ngangkang Saat KRL Penuh Tanda Kurang Empati

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Posisi duduk ngangkang di KRL. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Dapat tempat duduk di KRL itu bisa jadi untung-untungan. Namun, yang menyebalkan adalah ketika nggak dapet tempat duduk gara-gara orang di sebelah posisi duduknya ngangkang, dan makan banyak tempat.

Umumnya kebiasaan duduk ngangkang ini memang dilakukan oleh laki-laki. Mengapa ya bisa begitu? Apakah ini salah satu cara untuk ngasih jarak akibat adanya dominasi gender?

Psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, dari perusahaan konsultan Magna Cita Marlin, menjelaskan duduk dengan posisi ngangkang bukan termasuk cara laki-laki memperlihatkan dominasi gender.

"Nggak sih kalau menurut saya, tapi itu jadi kebiasaan yang jelek, karena dia nggak mau share sama orang gitu," kata Rosdiana kepada detikcom, Jumat (17/1/2020).



Rosdiana juga mengatakan kebiasaan buruk itu menandakan orang tersebut kurang memiliki rasa empati.

"Orang-orang yang duduk seperti itu dia nggak terlalu peduli sama lingkungannya," ucap Rosdiana.

"Pokoknya mikirnya saya sudah duduk, nggak merhatiin orang lain jadi nggak nyaman karena dia lebar banget posisinya," lanjutnya.

Minimnya rasa empati terhadap lingkungan sekitar memang masih terjadi di Indonesia.

"Kendaraan umum kan secara nggak langsung dia ada aturan tertulis atau pun tidak tertulisnya gitu, yang artinya kendaraan itu milik orang banyak, meskipun dia juga bayar. Kan yang lain juga bayar, yang lain juga punya hak dan kewajiban yang sama," pungkasnya.





Simak Video "Sejarah Pandemi Dunia: Apakah COVID-19 yang Terparah?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)