Selasa, 21 Jan 2020 09:40 WIB

Pria Ini Diselamatkan oleh Sebuah Aplikasi dari Kanker Kulit

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Deteksi kanker kulit pakai aplikasi. (Foto: Atsushi Tomura/Getty Images)
Jakarta - Seorang pria asal Inggris mengklaim sebuah aplikasi di ponselnya menyelamatkan hidupnya usai memberi peringatan soal kanker kulit. Tanda tersebut terdeteksi pada tahi lalat di lengan kirinya.

Awalnya Jason Sheridan (31) mengabaikan keberadaan tahi lalat tersebut, namun 12 bulan kemudian, tahi lalat tersebut berubah warna menjadi pink. Akhirnya ia mencoba sebuah aplikasi yang bisa mengecek kemungkinan tahi lalat yang berpotensi bahaya, dan ditunjukkan adanya risiko tinggi dan disarankan mengunjungi dokter.

Dikutip dari Daily Mail, para dokter mendiagnosis Jason dengan melanoma, yang bisa menjadi fatal apabila terdeteksi terlalu lambat. Jason akhirnya menjalani operasi untuk menyingkirkan tahi lalat tersebut dan bebas kanker.

Padahal Jason rutin mengenakan tabir surya dan juga tak pernah memakai kasur tanning. Ia mengaku terkejut saat dokter kulit memvonisnya dengan kanker kulit melanoma stadium 1A.



"Aku tak akan pernah menyangka hal tersebut terjadi padaku, namun tanpa aplikasi tersebut, bisa saja menjadi buruk dan tak terdeteksi. Dan jika aku terus menunggu, siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Aku merasa sangat beruntung bisa mendeteksinya lebih cepat," kata Jason, yang memercayai aplikasi tersebut menyelamatkan hidupnya.

Kanker kulit melanoma umumnya mudah terdeteksi lewat tahi lalat yang memiliki pinggiran yang berbentuk tak beraturan serta berubah warna. Tes menunjukkan bahwa melanoma yang Jason idap belum menyebar ke area tubuh lainnya, ia hanya memiliki bekas luka besar di lengannya.

"Mengingat ukuran tahi lalatnya, bekas luka yang ditinggalkan cukup besar tapi aku tak masalah, karena hal tersebut menjadi pengingat bahwa hal itu pernah terjadi dan aku harus berhati-hati ke depannya. Aku tak pernah menduga hal ini bisa terjadi padaku. Aku sehat dan bugar, selalu berhati-hati di bawa sinar matahari," lanjutnya.

"Aku juga menggunakan tabir surya seumur hidup dan tak punya riwayat keluarga kanker kulit atau apapun yang bisa memberiku risiko tinggi. Jika aku bisa terkena, maka bisa saja siapapun kena," pungkas Jason.



Simak Video "Seperti Feby Febiola, Ini Penyebab Rambut Rontok saat Kemoterapi"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)