Sabtu, 25 Jan 2020 09:17 WIB

Tanggapan BPOM Terkait Banyak Klinik Stem Cell yang Digerebek Polisi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BPOM menyebut penggunaan stem cell masih terbatas. (Foto: Firdaus Anwar)
Jakarta -

Belum lama ini, sebuah klinik di kawasan Senayan, Jakarta Selatan lagi-lagi digerebek polisi karena diduga melakukan praktik stem cell ilegal.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan sampai saat ini stem cell masih berbasis riset. Meskipun penggunaannya masih terbatas, tapi izin edar untuk digunakan sudah ada.

"Untuk stem cell itu aturan dan perizinannya untuk pengembangannya sudah ada. Dan itu sedang dikembangkan sebagai riset. Jadi pemakaiannya masih terbatas," jelasnya pada Jumat (24/1/2020).

"Dan pelayanan dengan stem cell yang sudah diberikan izin edar masih terbatas juga," tambah Penny.

Penny mengatakan, ada beberapa tempat pelayanan yang sudah diberikan izin edar untuk produk stem cell. Di antaranya yaitu Universitas Airlangga, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan Rumah Sakit Dr Soetomo.

Di tempat-tempat tersebut, produk stem cell yang diregistrasi BPOM bisa digunakan oleh tenaga ahli serta klinik stem cell yang memiliki izin pelayanan.

"Tapi, kalau aspek tentang pelayanan pengobatannya itu (perizinan) dari Kementerian Kesehatan. Apalagi kalau dikaitkan dengan klinik-klinik , itu sudah wewenangnya Kemenkes," tutur Penny.

Tanggapan BPOM Terkait Banyak Klinik Stem Cell yang Digerebek Polisi


Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)