Selasa, 28 Jan 2020 16:44 WIB

Belum Ada Obatnya, Kok Bisa 51 Pasien Virus Corona di China Sembuh?

Firdaus Anwar - detikHealth
corona Seperti halnya virus flu, virus corona diduga juga bersifat self limiting alias bisa sembuh sendiri (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Jumlah kasus virus corona baru (2019-nCoV) di China terus meningkat. Data terakhir pada hari Selasa (28/1/2020) menyebut sudah ada lebih dari 4.000 kasus infeksi dan 100 kematian.

Virus corona belum ada obatnya, namun bukan berarti tidak ada harapan bagi yang sudah terinfeksi. Dikutip dari BBC setidaknya sudah ada sekitar 60 pasien yang dinyatakan sembuh.

Bagaimana pasien virus corona bisa sembuh?

Spesialis paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospitals Pulomas menjelaskan ini berkaitan dengan kekuatan sistem imun seseorang.

Bila sistem imun seseorang dalam kondisi optimal, maka tubuhnya mungkin bisa bertahan dari serangan sampai virus mati. Virus mati karena sistem imun 'menelannya' atau dalam dunia medis disebut fagositosis.

"Virusnya memang self limiting disease mati setelah lima sampai tujuh hari," kata dr Frans pada detikcom, Selasa (28/01/2020).

Virusnya memang self limiting disease mati setelah lima sampai tujuh hari.dr Frans Abednego Barus, SpP - Dokter paru

Oleh karena itu pasien yang terinfeksi virus corona biasanya hanya diberikan perawatan pendukung untuk gejala. Selebihnya menjaga asupan nutrisi, cairan tubuh, dan istirahat, jadi kunci menjaga kekuatan imun tubuh.

"Selama ini tata laksananya suportif dan awasi kegawatan. Suportif misalnya obat antipanas, obat batuk atau sesak, oksigenasi, dan hidrasi saja," pungkas dr Frans.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)