Selasa, 28 Jan 2020 18:42 WIB

Bertambah, Jumlah Warga yang Positif Antraks di Gunungkidul Jadi 30 Orang

Pradito Rida Pertana - detikHealth
pemeriksaan hewan terjangkit antraks, 23/5/2019 Petugas memeriksa hewan terjangkit antraks (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Jumlah warga yang positif antraks di Gunungkidul saat ini mencapai 30 orang. Hal ini dikonfirmasi setelah warga Kecamatan Saptosari dan Kecamatan Semanu positif terkena antraks.

"Kemarin kan 27 dan sekarang 30 (orang yang terkena antraks). Jadi yang di Semanu, Saptosari, dan Semin positif (antraks) di kulit," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro saat ditemui di kompleks Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (28/1/2020).

Kelik menjelaskan dua warga yang masing-masing berasal dari Kecamatan Saptosari dan Semanu sehari-hari berprofesi sebagai petani. Sedangkan seorang warga yang positif antraks asal Kecamatan Semin berprofesi sebagai jagal sapi.

"Keduanya petani (warga Kecamatan Saptosari dan Semanu). Tapi riwayat pastinya kenapa kena antraks masih dalam pencarian. Kalau yang (seorang warga) Semin kan jelas, dia jagal dan banyak berinteraksi dengan sapi," katanya.

"Tapi sebetulnya kalau saya melihat itu keduanya petani biasa, mungkin (terkena antraks) karena (saat mengolah) pupuk kandang dan kurang cuci tangan," imbuh Kelik.

Terkait keadaan 3 suspect antraks itu, Kelik menyebut telah mendapat penanganan medis. Bahkan 2 dari 3 suspect antraks telah membaik.

"Kalau semua sudah ditangani dengan diterapi (diberi antibiotik) dan kondisinya sudah bagus, karena (yang terkena antraks) kalau kulit kan cepat pemulihannya. Tapi utuk yang (warga Kecamatan) Semin masih tahap pemulihan," ujarnya.

Terkait adanya laporan suspect baru, Kelik mengaku hingga saat ini belum ada laporan masuk. Kendati demikian pihaknya terus melakukan pemantauan terkait antraks.

"Belum ada tapi kami akan tetap mencari ya," katanya.

Sebelumnya Dinkes Kabupaten Gunungkidul memastikan seorang warga Kecamatan Semin positif antraks. Dinkes juga melakukan pemeriksaan terhadap dua warga asal Kecamatan Saptosari dan Semanu diduga terkena antraks.

"Benar (warga kecamatan Semin) positif (antraks)," kata Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Senin (27/1/2020).

Dia mengatakan pasien tersebut menderita antraks pada kulitnya dan sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit Kecamatan Karangmojo.

"Namun karena kondisinya sudah membaik sudah diperbolehkan pulang," bebernya.

Warga Kecamatan Semin yang positif antraks tersebut memiliki pekerjaan sebagai tukang sembelih hewan. Namun, hingga saat ini dinas belum mengetahui asal bakteri antraks.

Dewi mengatakan, pihaknya juga mendapatkan laporan suspect antraks yakni di Kecamatan Saptosari dan Kecamatan Semanu. Namun baru akan ditangani besok pagi.

"Untuk laporan itu, baru besok pagi (Selasa 28/1/2020) (ditangani)," kata Dewi.



Simak Video "Dampak Serius Pipis di Kolam Renang"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/fds)