Kamis, 30 Jan 2020 12:34 WIB

Viral 'Pesan Kemenkes' Jaga Tenggorokan Cegah Virus Corona, Ini Faktanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
hoax virus corona Hoax mengatasnamakan Kementerian Kesehatan RI (Foto: Zizu/detikHealth)
Jakarta -

Viral pesan yang mengatasnamakan imbauan Kementerian Kesehatan RI mengenai pencegahan virus corona. Pesan tersebut berisikan metode yang diklaim ampuh untuk mencegah virus corona.

Berikut isi pesan viral tersebut:

Pemberitahuan Kementerian Kesehatan kepada publik bahwa virus Corona influenza kali ini serius. Metode pencegahannya adalah menjaga tenggorokan tetap lembab, jangan sampai tenggorokan Anda mengering. Dengan demikian jangan menahan dahaga Anda karena begitu membran di tenggorokan Anda kering, virus akan menyerang ke dalam tubuh Anda dalam waktu 10 menit. Minumlah 50-80 cc air hangat, 30-50 cc untuk anak-anak, sesuai umur.
Setiap kali Anda merasa tenggorokan Anda kering, jangan menunggu.
Jangan minum banyak pada satu waktu karena itu tidak membantu, alih-alih terus menjaga kelembapan tenggorokan. Hingga akhir Maret, jangan pergi ke tempat-tempat ramai, memakai masker yang diperlukan terutama di kereta atau transportasi umum.
Hindari makanan yang di goreng atau pedas dan tambahkan vitamin C.

Gejala / deskripsi adalah :

1. Demam tinggi berulang-ulang.
2. Batuk lama setelah demam.
3. Anak-anak cenderung.
4. Orang dewasa biasanya merasa tidak nyaman, sakit kepala dan sebagian besar berhubungan dengan pernapasan.
5. Sangat menular.

Semoga bermanfaat

Berdasarkan konfirmasi dari Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan drg Widiyawati, pesan tersebut adalah hoax atau berita yang tidak benar. Kepada detikcom, Widiyawati juga menuliskan bahwa pesan yang sama pernah beredar di Singapura dan mengatasnamakan Kementerian Kesehatan Singapura.

"Fakta: pesan itu BUKAN dari Kemenkes RI. Pesan tersebut menyebar di Singapura dan Kemenkes Singapura menyatakan fake message alias hoaks," tulis pernyataan dalam gambar yang diteruskan Widiyawati kepada detikcom, Kamis (30/1/2020).

Versi bahasa Inggris pesan tersebut pernah menyebar di Singapura seiring meningkatnya kasus influenza di negara tersebut pada bulan Desember lalu. Pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura yang dikutip dari Strait Times menyebut menjaga tenggorokan bukan cara mencegah influenza.

Diterangkan kembali oleh Widiyawati, cara untuk menanggulangi virus corona adalah dengan imunitas yang baik dan menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat.

"Jaga stamina tubuh, imunitas tinggi. Lakukan GERMAS, dan selalu waspada. Kementerian Kesehatan selalu siaga," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Semprit Video Viral Membuat Masker dari Tisu Basah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)