Kamis, 30 Jan 2020 14:58 WIB

Kemenkes Akan Pastikan 2 Hal Ini Sebelum Evakuasi WNI di Wuhan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Media nasional China melaporkan sedikitnya 51 pasien virus corona telah dinyatakan sembuh. Hal itu membuat Wuhan perlahan bangkit. Evakuasi WNI dari Wuhan akan mempertimbangkan sejumlah hal (Foto: Stringer/Getty Images)
Jakarta -

Strategi rencana evakuasi terkait WNI yang ada di Wuhan mulai disiapkan. Ada 2 opsi yang menjadi skenario penjemputan WNI di Wuhan, salah satunya dengan langsung mendaratkan pesawat di Wuhan, China.

Meski begitu, ada dua kondisi yang akan diperhatikan sebelum benar-benar melakukan evakuasi. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Anung Sugihantono, menjelaskan hal yang menjadi perhatian sebelum melakukan evakuasi WNI di Wuhan.

"Saya ingin menyampaikan secara teknis kalau memang evakuasi ini akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Yang pertama kita mesti mengetahui detail status dari anak-anak, atau WNI kita yang ada di sana. Mulai dari nama, alamat, visa, dia kedatangannya dalam rangka apa, dan sebagainya," jelasnya saat ditemui Kementerian Kesehatan RI, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

dr Anung menjelaskan hal tersebut perlu diketahui karena hingga saat ini kota Wuhan masih dalam kondisi dikarantina.

"Itu perlu diketahui karena ini namanya kotanya di lockdown (karantina) jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Kecuali memang yang legal, formal, ada di dalam sejarah atau riwayat dari perjalanan itu. Nah ini juga penting untuk mengetahui status kesehatannya karena sebagaimana temen-temen semuanya ketahui kejadian kematian yang ada di sana sebagian karena ada faktor seperti ada infeksi, sudah terlalu tua, ada penyakit diabetes militus. Nah ini lah kemudian data ini yang menjadi penting. Untuk dilengkapi oleh seluruh orang-orang kita yang ada di sana," jelasnya.

Selain itu, menurut dr Anung hal lain yang juga penting adalah status atau kondisi dari kota tersebut.

"Yang kedua adalah berkenaan dengan status kota itu sendiri. Ingat sekarang saat ini kota itu dalam karantina semua pergerakan orang akan diawasi dan harus mendapatkan clearance kalau memang harus keluar dari Hubei atau keluar dari Wuhan," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)