Senin, 03 Feb 2020 15:30 WIB

Alasan Menkominfo Tak Langsung 'Take Down' Hoax Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kominfo Johnny G Plate peringatkan masyarakat terkait hoax penyebaran virus corona. Sebanyak 54 kasus sudah dilaporkan. Alasan menkominfo tak langsung take down hoax virus corona. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Penyebaran hoax novel coronavirus (2019-nCoV) semakin marak. Kemenkominfo melaporkan ada 54 kasus hoax terkait virus corona baru yang tersebar di media sosial, terbanyak ditemukan pada Whatsapp.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjelaskan sampai saat ini sanksi yang diberikan hanya sebatas persuasif.

Mengapa Kemenkominfo tidak langsung men-takedown berita hoax tersebut?

"Kalau yang terkait dengan medisnya itu ya kita akan take down. Tapi kan beritanya masih bisa dilakukan melalui persuasif, mau ditake down? Saya bisa take down, jangan marah tapi ya," jelasnya saat ditemui di Konferensi Pers, Gedung Serbaguna Kemenkominfo, Senin (3/2/2020).

Lalu bagaimana Kemenkominfo mengatasi hoax yang beredar?

"Tadi kan sudah disampaikan. Lagi disiapkan untuk melalui (SMS) blast itu. Supaya di-blast atau disebarkan juga," katanya.

"Tapi sama-sama ya ini bukan cuma Kominfo saja, tapi seluruhnya ya, kepentingan kita semuanya. Setiap kita yang mendapat itu tolong di blast (sebarkan), ini hoax, ini disinformasi," sarannya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)