Selasa, 04 Feb 2020 19:31 WIB

Masih Ada Saja yang Sebar Hoax Virus Corona, Apa yang Salah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Two military buses carrying Italians evacuated from Wuhan, China, leave the military airport of Pratica di Mare, on the outskirts of Rome, Monday, Feb. 3, 2020. An Italian military aircraft carrying the Italians landed Monday morning at a military airport near Rome, and from there all 56 people, including six children, were being transferred to a military base where they will remain in quarantine for 14 days. (Cecilia Fabiano/LaPresse via AP) Hoax seputar virus corona tak kalah meresahkan dibanding virusnya itu sendiri (Foto: AP/Andrew Medichini)
Jakarta -

Tak ada habis-habisnya, hoax virus corona kian bermunculan di masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 54 hoax terkait virus ini.

Sebenarnya faktor apa yang paling berpengaruh atas banyaknya hoax virus corona yang tersebar di masyarakat?

Menurut Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr dr Sukanto, SpPD, K-AI, virus corona 2019-nCoV adalah sesuatu yang baru di masyarakat, dan oknum menjadikan ini sebagai hal yang menarik untuk dibahas.

"Karena (virus corona) ini menarik jadi sesuatu yang baru terus kemudian juga ada unsur politik, ekonomi, sosial," kata dr Sukanto kepada detikcom, Selasa (4/2/2020).

dr Sukanto juga mengatakan adanya perbedaan pendapat oleh para ahli terkait virus corona, membuat masyarakat berspekulasi yang bermacam-macam.

"Jangan sampai kawan-kawan mengutip yang dilihat sensasional tapi justru misleading (menyesatkan)," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)