Jumat, 07 Feb 2020 16:21 WIB

Arak Bali Dilegalkan, Ini Cara Alkohol Bekerja dalam Tubuh

Firdaus Anwar - detikHealth
DOK ISTIMEWA/ Gubernur Bali I Wayan Koster mengesahkan aturan tata kelola arak Bali Gubernur Koster melegalkan arak Bali. (Foto: DOK. ISTIMEWA- Bali)
Jakarta -

Gubernur Bali I Wayan Koster secara resmi melegalkan minuman arak Bali. Hal ini tertuang dalam aturan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Dalam Pergub itu telah dirinci arak khas Bali hanya dapat dijual pada tempat-tempat tertentu di Bali, di luar Bali dan/atau untuk ekspor sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Hal ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian ada yang khawatir tentang penyalahgunaan alkohol dan dampak buruknya bagi tubuh.

Memang seperti apa cara alkohol bekerja dalam tubuh dan apa efeknya? Ini rangkuman detikcom dari berbagai sumber:

1. Awal minum

Agensi Promosi Kesehatan Selandia Baru (HPA) dalam situs resminya menjelaskan ketika seseorang mengonsumsi minuman alkohol maka yang terjadi pertama adalah alkohol dengan cepat akan diserap ke dalam aliran darah.

Alkohol adalah senyawa beracun oleh karena itu hati akan berusaha mengolahnya menjadi air dan karbon dioksida. Hanya saja hati hanya bisa mengolah sejumlah alkohol per jam oleh karena itu bila seseorang mengonsumsi lebih dari satu takaran minuman maka tingkat alkohol dalam darahnya akan terus naik.

2. Pertengahan

Saat konsentrasi alkohol dalam darah meningkat karena tak bisa diolah cukup cepat, maka gejala mabuk akan muncul. Apa saja gejala yang bisa muncul beragam bagi tiap orang karena dipengaruhi faktor seperti genetik, kemampuan hati, usia, jenis kelamin, makanan yang dikonsumsi, hingga toleransi tubuh.

"Alhokol dalam darah bekerja cepat ke otak. Efeknya dapat dirasakan antara 5-10 menit setelah mengonsumsi minuman. Alkohol dapat menyebabkan perubahan suasana hati, mengganggu kemampuan berpikir, koordinasi gerakan, dan memori," tulis HPA.

Keracunan dapat terjadi bila seseorang terus meningkatkan konsentrasi alkohol di dalam darahnya. Dosis fatal untuk alkohol adalah sekitar 5-8 gram per kilogram berat badan.

3. Efek jangka panjang

Bila kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol ini dilakukan dalam jangka panjang, ada efek buruk yang bisa terjadi untuk kesehatan. Beberapa studi menyebut kebiasaan minum alkohol berkaitan dengan risiko kanker, gangguan otak, hingga impotensi.



Simak Video "Fakta WN China yang Positif Virus Corona Usai dari Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)