Jumat, 07 Feb 2020 17:25 WIB

Percaya Grup Anti Vaksin di Facebook, Ibu di AS Kehilangan Anak Balita

Siti Masluha - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Bahkan di AS masih banyak yang tidak percaya vaksin (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang ibu asal Colorado, Amerika Serikat harus kehilangan putranya yang berusia 4 tahun karena telah percaya pada sebuah grup anti vaksin di Facebook.

Dikutip dari NBC News (National Broadcasting Company), ibu tersebut merupakan anggota dari grup Facebook 'Stop Mandatory Vaccination' yang menjadi salah satu kelompok pemberi informasi kesehatan palsu yang terbesar, dengan lebih dari 139.000 anggota.

Balita itu mengalami demam dan kejang sehingga dokter meresepkan Tamiflu antivirus untuknya, tapi sang ibu menolak resep yang ditulis oleh dokter.

Sang ibu juga berkonsultasi dengan anggota kelompok tersebut tapi tidak ada satupun yang menyarankan untuk mengonsumsi obat dokter justru menyarankan penggunaan 'obat alami' seperti minyak peppermint, lavender, air susu ibu, hingga buah elderberry. Walaupun sampai saat ini belum terbukti bahan-bahan tersebut bisa menyembuhkan flu yang terjadi karena infeksi virus.

Setelah keadaan sang anak tidak kunjung membaik hingga ia harus dibawa ke rumah sakit. Namun karena kondisi sang anak sudah terlalu buruk ia pun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit setelah 4 hari dirawat.

Sang ibu tidak berkomentar ketika diminta tanggapan mengenai kasus putranya ini. Selain itu laman Facebook Stop Mandatory Vaccination sudah menghapus postingan tersebut, meski masih terus mengkampanyekan bahaya vaksin di grupnya.

Dalam pernyataannya, juru bicara Facebook mengaku sedih dan turut berduka cita atas meninggalnya seorang anak akibat informasi yang salah. Mereka akan berusaha untuk menyaring konten agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.

Setelah kejadian ini Colorado Department of Public Health and Environment meminta masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika terinfeksi influenza. Mereka juga berpesan tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan vaksinasi flu.

"Ketika sedang musim flu, Anda belum terlambat untuk melakukan vaksin flu, dan kami menyarankan semua orang yang berusia enam bulan ke atas yang belum mendapatkan vaksin tahunan untuk segera melakukannya"



Simak Video "Dicari Relawan Uji Coba Vaksin Corona dengan Bayaran Rp 65 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)