ADVERTISEMENT

Minggu, 09 Feb 2020 17:10 WIB

5 Alasan Virus Corona Wuhan 'Ogah' Masuk Indonesia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri)  menyemprotkan antiseptik pada warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Hingga saat ini di Indonesia masih belum ada satupun kasus yang terkonfirmasi positif virus corona (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

4. Kewaspadaan tinggi


Direktur Jendral P2P Kemenkes, dr Anung Sugiantono menyebut pada 28 Januari 2020 ada 13 orang yang masuk kategori people under observation, 11 di antaranya negatif novel coronavirus (2019-nCoV). Artinya, upaya mewaspadai risiko penularan telah dilakukan semaksimal mungkin.

"Jadi kalau ditanya mengapa Indonesia masih belum ada? Kita sudah mengupayakan yang tadi people under observation, dalam konteks suspect itu kita amati, sampai sekarang alhamdulillah tidak ada novel coronavirus," jelas dr Anung.

5. Kekuatan doa


Manusia boleh berusaha, namun pada akhirnya kekuatan doa tetap tidak boleh diabaikan. Setidaknya itu tersirat dari pernyataan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr Bambang Wibowo, SpOG(K), MARS, mengomentari belum adanya kasus positif di Indonesia.

"Makanya kita doa itu penting, menjaga perilaku hidup sehat, kemudian doa lagi. Kalau ada apa-apa segera periksa, dan jangan percaya sama informasi yang tidak benar," ucap dr Bambang di Jakarta pada Rabu (29/1/2020).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT