Jumat, 14 Feb 2020 09:42 WIB

Karantina Berakhir, Begini Skenario Kepulangan 238 WNI dari Natuna

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Aktivitas WNI dari Wuhan yang sedang menjalani observasi di Lanud Reden Sadjad di Ranai, Natuna (Dok. Istimewa) Aktivitas WNI dari Wuhan yang sedang menjalani observasi di Lanud Reden Sadjad di Ranai, Natuna (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Sebanyak 238 WNI di Natuna akan dipulangkan pada Sabtu (15/2/2020). Mereka diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.00, dan langsung melanjutkan perjalanan masing-masing ke rumahnya.

"Langsung mereka akan begitu sampai Halim mereka akan sendiri-sendiri, punya tiket dan sebagainya, sudah ada," jelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat ditemui di Lapangan Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Observasi para WNI yang dievakuasi dari Wuhan diputuskan berarkhir pada 15 Februari 2020 pukul 12.00. Pengecekan terakhir dilakukan Sabtu pagi sebelum berangkat pulang ke Jakarta.

Menurut Terawan, perkiraan WNI akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 4 sore. Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan kepulangan mereka.

"Kalau cuaca baik, Tuhan mengizinkan, mungkin sekitar jam 4 kurang lah sudah tiba di Jakarta, 4 kurang, kurangnya seberapa nanti dihitung sendiri," katanya.

Terawan juga menyinggung soal nasib WNI yang ada di China mau pun di provinsi Wuhan yang hingga saat ini masih di-lockdown. Mungkinkah mereka segera dievakuasi?

"Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) nya masih ada. Jadi belum bisa, daratan China sendiri masih belum memungkinkan adanya keberangkatan pesawat dan sebagainya seperti evakuasi. Ketiga, derah itu daerah epicentrum. Yang paling penting adalah doa kita, supaya warga kita yang ada di daratan China baik di provinsi epicentrum di Wuhan itu tetap sehat," pungkasnya.



Simak Video "Sebut WNI ABK World Dream 'Duta Imunitas Corona', Menkes Dicibir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)